Sabtu, 13 Juni 2026

Breaking News

  • Ribuan Massa Mahasiswa UI Berangkat ke Bundaran HI, Bawa Tuntutan Ekonomi dan Lapangan Kerja    ●   
  • Pemkab Siak Dukung Program Universitas Hang Tuah, KKN Tematik Jadi Wujud Kolaborasi Pembangunan Daerah   ●   
  • Pembengkakan Titik MBG Capai Ribuan Unit, Zulhas Sebut Potensi Kerugian Rp1 Triliun per Bulan   ●   
  • 8 Gol dan 2 Clean Sheet, Timnas Indonesia U-19 Siap Ladeni Australia U-19 di Semifinal Piala AFF U-19 2026   ●   
  • Wabup Bagus Santoso Hadiri RUPS BRK Syariah 2026, Dorong Penguatan Ekonomi Bengkalis   ●   
Pelecehan seksual Oleh pejabat Riau
DS Dilecehkan oleh Seorang Pejabat Riau
Kamis 17 Juli 2014, 01:12 WIB
Poto int Ilustrasi

JAKARTA. Riaumadani. com - Seorang wanita berinisial DS diperlakukan tidak senonoh oleh seorang pejabat penting daerah Riau berinisial HAM.

Perilaku tak senonoh HAM itu disampaikan DS melalui kuasa hukumnya Ramoti Hans SH dari kantor pengacara Chris Butar Butar kepada wartawan di Jakarta, Selasa [15/7/ 2014].

Dalam surat pernyataan yang ditanda tanganinya,  DS menjelaskan secara kronologis peristiwa yang dialaminya, pada hari Minggu [13/4/ 2014], silam kira kira pukul 15.30 bertempat di jalan Belimbing No. 18 Kota Pekan Baru, Riau.

Suami DS, ZE, adalah bawahan HAM di pengurusan partai di Provinsi Riau. Ketika ingin mengadukan mengenai perilaku ZE kepada HAM, DS diminta datang ke rumahnya di Jalan Belimbing No. 18 Kota Pekan Baru, Riau. Sesampai di rumah itu DS diminta menuju ke lantai 2,dan duduk di kursi. Ketika duduk HAM menghampirinya dan kemudian mencium bibir.

"Saya kaget dan terkejut, tapi beliau menempelkan jari telunjuk ke bibirnya, agar saya diam," ungkap DS dalam pengakuan tertulisnya.

Lantas DS mengatakan dirinya ditarik masuk ke kamar mandi, meski sudah berontak dia tak kuasa melawannya. Di kamar mandi HAM menciumi dan meraba bagian tertentu tubuh DS. DS akhirnya mendorong tubuh HAM dan sekuat tenaga lari dan keluar dari kamar mandi.

Atas perbuatan HAM itu, DS melalui kuasa hukum ingin penegak hukum bertindak dengan cepat dan seadil-adilnya.

"Sebelum upaya hukum kami terbuka untuk mediasi, namun tidak ada respon, pernah ada utusan tapi tidak ada tindak lanjut. Apabila tidak ada respon kami melaporkan kepada pihak yang berwajib. Karena intinya Ibu DS ini agar tidak terjadi lagi peristiwa seperti yang dialaminya oleh tokoh yang harusnya menjadi pelindung, bukan malah berbuat tidak senonoh," jelas Ramoti

Kedatangan DS menemui HAM di rumahnya untuk melaporkan suaminya yang menikah lagi. **



Editor : TIS/TP
Kategori : Hukum
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top