Rabu, 28 Januari 2026

Breaking News

  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
  • LAMR Kecamatan Sungai Apit, Lakukan Seminar Prosesi Adat Tepuk Tepung Tawar Pengantin. .2026    ●   
Mantan Ketua KPK Antasari Ashar Berkoar
SBY :Nampaknya Grasi Kepada Antasari Punya Motif Politik
Selasa 14 Februari 2017, 23:25 WIB
Ket Foto : Susilo Bambang Yudhoyono
JAKARTA RIAUMADANI.com - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi tuduhan Antasari Ashar, yang membeberkan upaya kriminalisasi terhadap mantan Ketua KPK itu. Melalui akun twitter miliknya, SBY melihat ada politik dan misi terselubung di balik grasi yang diberikan kepada Antasari.
 
“Yang saya perkirakan terjadi. Nampaknya grasi kepada Antasari punya motif politik & ada misi untuk serang dan diskreditkan saya,” cuit SBY melalui akun Twitter pribadinya @SBYudhoyono, Selasa (14/2/2017).
 
SBY menduga, serangan fitnah yang dilancarkan oleh Antasari dilakukan menjelang pencoblosan Pilgub DKI Jakarta untuk menjatuhkan suara anaknya Agus Harimurti Yudhoyono.
 
“Satu hari sebelum pemungutan suara Pilkada Jakarta (saya duga direncanakan), Antasari lancarkan fitnah & tuduhan keji terhadap saya,” tulisnya lagi.
 
“Tujuan penghancuran nama SBY oleh Antasari & para aktor di belakangnya ~ agar Agus-Sylvi kalah dalam pilkada besok, 15 Feb 2017,” sambung SBY.
 
SBY mempertanyakan alasan Antasari mengaitkan kasus yang pernah menjeratnya. “Apa belum puas terus memfitnah & hancurkan nama baik saya sejak November 2016, agar elektabilitas Agus hancur & kalah,” tutupnya.
 
Sebelumnya, mantan Ketua KPK, Antasari Azhar membeberkan upaya kriminalisasi yang diduga dilakukan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadapnya.
 
Menurut Antasari, informasi tersebut terkuak setelah sebelumnya ada seseorang yang menyambangi kediamannya sebelum ia diperkarakan. “Ada seseorang yang datang malam-malam ke rumah saya. Dia adalah Hary Tanoesoedibjo, dia diutus Cikeas,” kata Antasari di gedung Bareskrim, Jakarta Pusat.
 
Dalam pengakuannya, Antasari mengatakan kedatangan Bos MNC Group itu tak lain untuk meminta kepada Antasari yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua KPK untuk tidak menahan Aulia Pohan, besan dari SBY.
 
“Hary Tanoe datang ke rumah saya meminta supaya tidak menahan Aulia Pohan. Dia bilang ‘saya diutus, diperintah untuk menemui Bapak’. Saya bilang tidak tidak bisa, KPK itu sudah ada SOP-nya, kalau sudah tersangka ya ditahan,” lanjutnya.
 
Antasari mengaku, pertemuannya dengan Hary Tanoe terjadi sekitar bulan Maret 2009 sesaat sebelum dirinya ditahan.




Editor : TIS_RM
Kategori : Politik
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top