Selasa, 4 Agustus 2026

Breaking News

  • Di Hadapan IDI, Bupati Afni Pastikan Perjuangkan Hak Fiskal Siak untuk Kesejahteraan Tenaga Medis   ●   
  • Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Semarakkan Hari Jadi Ke-69 Riau dan HUT Ke-81 RI   ●   
  • Sempena Hari Jadi Bengkalis dan Sambut HUT RI, Bupati Kasmarni Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengguna Jalan   ●   
  • Raja Rambah dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, M.M. Paparkan Rencana Penataan Kompleks Makam dan Pembangunan Replika Istana   ●   
  • Puncak Hari Jadi ke-514 Bengkalis, LAMR Gelar Majelis Kenduri Adat Bersama Bupati Kasmarni   ●   
Terkait Dicabutnya Subsidi Listrik 900 VA, Pemkab Bengkalis: Gencar Sosialisasi
Terkait Dicabutnya Subsidi Listrik 900 VA, Sekda Bengkalis: Gencar Sosialisasi
Senin 06 Februari 2017, 23:56 WIB
Terkait rencana pencabutan subsidi listrik daya 900 VA, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Arianto minta lebih gencar melakukan sosialisasi.
BENGKALIS, RIAUMADANI.com - Terkait rencana pencabutan subsidi listrik daya 900 VA, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Arianto minta lebih gencar melakukan sosialisasi. Langkah ini penting agar masyarakat tidak resah dan terkejut saat kebijakan ini sudah diterapkan.
           
'Agar masyarakat tidak terkejut, kita harus lebih gencar untuk melakukan sosialisasi sampai desa-desa. Jangan sampai saat sudah diterapkan, masyarakat bertanya-tanya kepada kita,” ujar Plt Sekretaris Daerah Arianto saat menerima kunjungan Manager PLN Area Dumai, Suharno di ruang rapat Sekda, Kamis (2/2/2017).

Arianto memastikan masih banyak pelanggan listrik daya 900 VA belum mengetahui rencana pencabutan subsidi oleh pemerintah. Untuk itu, seluruh stakeholder, mulai dari jajaran pemerintahan tingkat kabupaten, kecamatan bahkan lurah/desa, dituntut lebih gencar menyampaikan kepada masyarakat.

Dari pemaparan manajemen PLN Area Dumai, menyebutkan sejauh ini tarif listrik golongan 900 VA dikenai Rp585 per KWh, sedangkan tarif sebenarnya sebesar Rp1.352 per KWh, artinya pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp767 per KWh. Setelah subsidi dicabut, nantinya pelanggan 900 VA dikenai tarif Rp1.352 per Kwh.

Meski demikian, pemerintah masih memberikan subsidi bagi pelanggan 900 VA, terutama masuk dalam ketegori keluarga kurang mampu atau miskin. Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang masuk dalam kategori kurang miskin mencapai 15.721 kepala keluarga (KK). Jumlah tersebut masuk kategori sebagai pelanggan PLN 900 VA yang subsidinya tetap dipertahankan.

Dalam pertemuan itu juga dipertanyakan apakah jumlah angka 15.721 KK yang bakal mendapatkan “fasilitas” subsidi 900 VA, bisa bertambah. Dikatakan, jajaran manajemen PLN Area Dumai, angka tersebut bisa bertambah asalkan pelanggan tersebut mempunyai Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Kartu Perlindungan Sosial (KPS).

Selain itu menekankan masalah sosialisasi, Arianto menekakan penarikan subsidi harus dibarengi dengan perbaikan pelayanan dan terjangkaunya layanan listrik menyeluruh ke desa-desa. Mengingat saat ini, ada dua desa di Kabupaten Bengkalis yang belum menikmati aliran listrik.

Terlebih kata Arianto, perhatian Pemkab Bengkalis dalam mendukung upaya pengembangan listrik sangat besar. Hampir setiap tahun, dialokasikan anggaran pembangunan dan pengembangan jaringan listrik sampai ke pelosok desa. Untuk itu terhadap dua desa yang ada di Kecamatan Siak Kecil, Pemkab Bengkalis minta agar tahun ini bisa dialiri listrik.

“Saat berkunjung ke desa-desa yang belum dialiri listrik, masyarakat mengeluh kampungnya belum ada api (listrik). Kedepan, dengan pencabutan subsidi ini harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan,” tandas Arianto.(Alif/der/hms)




Editor : aLIF-RE
Kategori : Bengkalis
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top