Debat Paslon Walikota Pekanbaru 2017-2022
pasangan nomor urut 3 DR.H.Firdaus ST.MT dan H.Ayat Cahyadi. SSip
Dua Calon Serang Firdaus-Ayat Soal Sampah dan Kota Madani
Minggu 05 Februari 2017, 09:03 WIB
pasangan nomor urut 3 DR.H.Firdaus ST.MT dan H.Ayat Cahyadi. SSip
PEKANBARU RIAUMADANI. com - Pada debat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru 2017-2022 yang diselanggarakan KPU siang hingga sore tadi, dua calon berkesempatan menyerang sang petahana, Firdaus, dengan pertanyaan yang memang menjadi isu hangat selama kepemimpinannya.
Calon Walikota Pekanbaru nomor urut 1, Syahril, menyerang Firdaus soal perubahan Kota Bertuah menjadi Kota Madani. Menjawab pertanyaan tersebut, Firdaus dengan percaya diri menjelaskan, pihaknya bukan mengubah dan menganti julukan Kota Bertuah menjadi Kota Madani.
"Tak ada berganti Bertuah, itu tetap. Madani adalah masyarakat religi berperadaban maju. Ada tiga indikator Kota Madani, mulai dari warga kota yang sehat, cerdas, serta berakhlakul karimah dan cinta budaya bangsa," jawab Firdaus dengan elegan, pada debat publik yang diselenggarakan KPU Pekanbaru di Ballroom H Pangeran, Sabtu (4/2/17).
Sementara pasangan Firdaus, Ayat Cahyadi, menegaskan jawaban Firdaus terkait tuduhan perubahan julukan Kota Bertuah menjadi Kota Madani. Menurutnya, Bertuah merupakan moto Kota Pekanbaru, sedangkan Madani adalah visi dan misi Firdaus-Ayat, dan itu dikatakan dua hal yang berbeda.
"Bertuah itu moto Kota Pekanbaru, Kota Madani itu Visi Misi Firdaus-Ayat saat maju pada Pilwako 2011. Ini kemudian menjadi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pekanbaru 2012-2017," kata politisi PKS ini dengan tegas.
Pada kesempatannya calon dari nomor urut 2, Herman Nazar ikut menyerang petahana dengan mengklaim Firdaus-Ayat gagal saat menjabat Walikota Pekanbaru Periode 2012-2017, terkait dalam pengelolaan sampah dan kejadian yang berlangsung pada 2016 lalu.
Herman Nazar bercerita, ia diminta Herman Abdullah pada 2001 lalu untuk mengatasi sampah di Pekanbaru. Ketika itu, Herman Nazar menjabat sebagai Kepala Lingkungan Hidup dan mengubah pola manajemen angkut sampah.
Hasilnya, selama tujuh tahun berturut-turut, Kota Pekanbaru menjadi langganan peraih Piala Adipura. Hal yang tak pernah diraih Firdaus-Ayat Cahyadi saat memimpin Pekanbaru.
Mendengar pertanyaan itu, seperti sudah mempersiapkan jawaban, Firdaus beralasan saat kepemimpinan Herman Abdulah dan masa kepemimpinan dirinya sudah berbeda regulasi dalam pengelolaan sampah.
"Kalau mengacu UU Otoda, dan Perda pengelolaan sampah, untuk meningkatkan pengelolaan sampah, harus bermitra dengan pihak ketiga. Zaman bapak dulu, itu fasilitator, sekarang bukan," jawab Firdaus sambil menyerang kembali Herman Nazar.
Calon Walikota Pekanbaru nomor urut 1, Syahril, menyerang Firdaus soal perubahan Kota Bertuah menjadi Kota Madani. Menjawab pertanyaan tersebut, Firdaus dengan percaya diri menjelaskan, pihaknya bukan mengubah dan menganti julukan Kota Bertuah menjadi Kota Madani.
"Tak ada berganti Bertuah, itu tetap. Madani adalah masyarakat religi berperadaban maju. Ada tiga indikator Kota Madani, mulai dari warga kota yang sehat, cerdas, serta berakhlakul karimah dan cinta budaya bangsa," jawab Firdaus dengan elegan, pada debat publik yang diselenggarakan KPU Pekanbaru di Ballroom H Pangeran, Sabtu (4/2/17).
Sementara pasangan Firdaus, Ayat Cahyadi, menegaskan jawaban Firdaus terkait tuduhan perubahan julukan Kota Bertuah menjadi Kota Madani. Menurutnya, Bertuah merupakan moto Kota Pekanbaru, sedangkan Madani adalah visi dan misi Firdaus-Ayat, dan itu dikatakan dua hal yang berbeda.
"Bertuah itu moto Kota Pekanbaru, Kota Madani itu Visi Misi Firdaus-Ayat saat maju pada Pilwako 2011. Ini kemudian menjadi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pekanbaru 2012-2017," kata politisi PKS ini dengan tegas.
Pada kesempatannya calon dari nomor urut 2, Herman Nazar ikut menyerang petahana dengan mengklaim Firdaus-Ayat gagal saat menjabat Walikota Pekanbaru Periode 2012-2017, terkait dalam pengelolaan sampah dan kejadian yang berlangsung pada 2016 lalu.
Herman Nazar bercerita, ia diminta Herman Abdullah pada 2001 lalu untuk mengatasi sampah di Pekanbaru. Ketika itu, Herman Nazar menjabat sebagai Kepala Lingkungan Hidup dan mengubah pola manajemen angkut sampah.
Hasilnya, selama tujuh tahun berturut-turut, Kota Pekanbaru menjadi langganan peraih Piala Adipura. Hal yang tak pernah diraih Firdaus-Ayat Cahyadi saat memimpin Pekanbaru.
Mendengar pertanyaan itu, seperti sudah mempersiapkan jawaban, Firdaus beralasan saat kepemimpinan Herman Abdulah dan masa kepemimpinan dirinya sudah berbeda regulasi dalam pengelolaan sampah.
"Kalau mengacu UU Otoda, dan Perda pengelolaan sampah, untuk meningkatkan pengelolaan sampah, harus bermitra dengan pihak ketiga. Zaman bapak dulu, itu fasilitator, sekarang bukan," jawab Firdaus sambil menyerang kembali Herman Nazar.
| Editor | : | RM |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 08 Februari 2026, 08:28 WIB
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Politik

Selasa 02 Juni 2026, 17:19 WIB
Wabup Bengkalis: Pancasila Bintang Penuntun Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Senin 01 Juni 2026
Memaknai Hari Lahir Pancasila, Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman Riau
Senin 18 Mei 2026
Marjeni, SE.MM: Badan Pekerja Pelestarian Cagar Budaya Membantu Pemerintah Kabupaten Rohul Menginventarisir Semua Kawasan Cagar Budaya se-Rokan Hulu Beserta Statusnya
Senin 09 Maret 2026
Siti Aisyah Anggota DPR RI Komisi III Sosialisasi 4 Pilar di Skip Hulu, Rengat. Ajak Ustadz. Fitter Kumpala. 
Nasional

Rabu 03 Juni 2026, 20:11 WIB
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Lodewyk Pusung, Sehari Setelah Dipecat Prabowo Sebagai Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Sony Sonjaya, Purnawirawan Polri Dicopot dari Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Kamis 28 Mei 2026, 06:45 WIB
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Kamis 28 Mei 2026
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Selasa 26 Mei 2026
Salat Idul Adha 1447H Akan Digelar di 349 Titik di Pekanbaru dan Dua Titik Lokasi Utama
Rabu 20 Mei 2026
Ketua PP Pekanbaru Iwan Pansa Akui Terima Rp50 Juta dari Kadis PUPR-PKPP Riau