Dugaan Menghina Bendera Merah Putih
Nuru Fahmi
Kisah Nurul Fahmi, Ditangkap Jelang Shalat Malam
Kamis 26 Januari 2017, 06:49 WIB
Nuru Fahmi
JAKARTA. RIAUMADANI. com - Sebelum ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Polres Jakarta Selatan, Nurul Fahmi sempat berencana mendatangi kantor polisi untuk menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat. Namun, karena ada urusan lain yang lebih penting akhirnya niat itu urung dilakukannya.
"Rencananya mau ke Polres Jakarta Timur," katanya seperti dilansir dari Republika.co.id, Selasa (24/1)‎.
Rencana menyerahkan diri dilakukan setelah banyak pemberitaan yang menyebutkan polisi akan segera menangkap pembawa bendera bertuliskan tauhid saat aksi di Mabes Polri. "Namun karena ada wawancara di Daerah Cinere akhirnya batal. Niatnya setelah wawancara ke kantor polisinya," ujarnya.
Nurul menceritakan setelah pulang dari Cinere menuju tempat kakaknya yang paling tua, smartphone-nya berdering, tanda masuk panggilan dengan nomor telepon yang tidak dikenal. Namun, setelah diangkat panggilan telpon masuk itu tidak menjawab. Sejak itulah Nurul Fahmi memiliki firasat bahwa dia sedang dalam keadaan bahaya ada yang memantau gerak-geriknya.
"Saya yakin kalau itu polisi," katanya.
Karena waktu sudah sore, Nu‎rul memutuskan tidak pulang ke rumahnya di Kampung Tanah 80, Duren Sawit, Klender Jakarta Selatan, tapi pulang ke rumah kakaknya di daerah Cilandak Jakarta Selatan. "Saya hubungi istri kalau saya tidak pulang. Karena kalau habis maghrib waktu saya untuk ngaji," katanya.
Selang beberapa jam berada di rumah sang kaka, sekitar pukul ‎01.30, seperti biasa Nurul terbangun untuk melaksanakan shalat malam. Namun saat bangun ada yang mengetuk pintu dan menyodorkan kertas untuk ditandatangani.
"Saya minta izin untuk ke toilet juga tidak diberi kesempatan sebelum tanda tangan surat penangkapan itu," katanya.
‎Setelah itu, Nurul dibawa ke rumahnya di Kampung Tanah untuk mengambil barang bukti bendera dan setelah itu dibawa ke Polres Jakarta Selatan untuk diintograsi selama kurang lebih 24 jam.
"Selesai di-BAP disodori surat penahanan," katanya.
Nurul Fahmi sama sekali tidak menyangka jika bendera yang dibawanya akan mengantarkan dirinya ke tahanan Polres Jakarta Selatan. Nurul Fahmi ditahan karena telah membawa bendera yang ditulisi kalimat tauhid.
"Bendera yang saya gunakan kemarin itu sudah sering saya bawa setiap aksi bela Islam,tapi tidak pernah ada masalah," katanya saat berbincang dengan Republika.co.id, Selasa, (24/1).
Nurul Fahmi mengatakan niat untuk menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat sudah ada. Yang tujuannya untuk melakukan klarifikasi bahwa dirinya tidak ada sama sekali bermaksud untuk melecehkan lambang negara berupa bendera merah putih.
"‎Bagaimana saya mau melecehkan bendera orang saya mantan anggota Paskibra," ujarnya.
Nurul menyampaikan saat di Paskibra dirinya dibekali pengetahuan bagaimana seharusnya sebagai warga negara Indonesia menghormati bendera merah putih yang ukuran sebuah bendera sudah diatur dalam UU No 24 Tahun 2009.
Nurul mengatakan jika mau dibandingkan kedekatan dirinya terhadap bendera dengan teman-temannya yang lain dalam hal ini wartawan yang sedang mewawancarainya pastinya, lebih kuatan dirinya. "Karena ketika SMK saya memegang bendera itu hampi setiap hari, paling sedikit seminggu dua kali," katanya.(ROL)
"Rencananya mau ke Polres Jakarta Timur," katanya seperti dilansir dari Republika.co.id, Selasa (24/1)‎.
Rencana menyerahkan diri dilakukan setelah banyak pemberitaan yang menyebutkan polisi akan segera menangkap pembawa bendera bertuliskan tauhid saat aksi di Mabes Polri. "Namun karena ada wawancara di Daerah Cinere akhirnya batal. Niatnya setelah wawancara ke kantor polisinya," ujarnya.
Nurul menceritakan setelah pulang dari Cinere menuju tempat kakaknya yang paling tua, smartphone-nya berdering, tanda masuk panggilan dengan nomor telepon yang tidak dikenal. Namun, setelah diangkat panggilan telpon masuk itu tidak menjawab. Sejak itulah Nurul Fahmi memiliki firasat bahwa dia sedang dalam keadaan bahaya ada yang memantau gerak-geriknya.
"Saya yakin kalau itu polisi," katanya.
Karena waktu sudah sore, Nu‎rul memutuskan tidak pulang ke rumahnya di Kampung Tanah 80, Duren Sawit, Klender Jakarta Selatan, tapi pulang ke rumah kakaknya di daerah Cilandak Jakarta Selatan. "Saya hubungi istri kalau saya tidak pulang. Karena kalau habis maghrib waktu saya untuk ngaji," katanya.
Selang beberapa jam berada di rumah sang kaka, sekitar pukul ‎01.30, seperti biasa Nurul terbangun untuk melaksanakan shalat malam. Namun saat bangun ada yang mengetuk pintu dan menyodorkan kertas untuk ditandatangani.
"Saya minta izin untuk ke toilet juga tidak diberi kesempatan sebelum tanda tangan surat penangkapan itu," katanya.
‎Setelah itu, Nurul dibawa ke rumahnya di Kampung Tanah untuk mengambil barang bukti bendera dan setelah itu dibawa ke Polres Jakarta Selatan untuk diintograsi selama kurang lebih 24 jam.
"Selesai di-BAP disodori surat penahanan," katanya.
Nurul Fahmi sama sekali tidak menyangka jika bendera yang dibawanya akan mengantarkan dirinya ke tahanan Polres Jakarta Selatan. Nurul Fahmi ditahan karena telah membawa bendera yang ditulisi kalimat tauhid.
"Bendera yang saya gunakan kemarin itu sudah sering saya bawa setiap aksi bela Islam,tapi tidak pernah ada masalah," katanya saat berbincang dengan Republika.co.id, Selasa, (24/1).
Nurul Fahmi mengatakan niat untuk menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat sudah ada. Yang tujuannya untuk melakukan klarifikasi bahwa dirinya tidak ada sama sekali bermaksud untuk melecehkan lambang negara berupa bendera merah putih.
"‎Bagaimana saya mau melecehkan bendera orang saya mantan anggota Paskibra," ujarnya.
Nurul menyampaikan saat di Paskibra dirinya dibekali pengetahuan bagaimana seharusnya sebagai warga negara Indonesia menghormati bendera merah putih yang ukuran sebuah bendera sudah diatur dalam UU No 24 Tahun 2009.
Nurul mengatakan jika mau dibandingkan kedekatan dirinya terhadap bendera dengan teman-temannya yang lain dalam hal ini wartawan yang sedang mewawancarainya pastinya, lebih kuatan dirinya. "Karena ketika SMK saya memegang bendera itu hampi setiap hari, paling sedikit seminggu dua kali," katanya.(ROL)
| Editor | : | TIS_Republika |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan