Pakar politik dari Universitas Tadulako Palu
Aksi demonstrasi umat Islam terkait pernyataan kontoversi Gubernur
DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mengutip salah satu ayat Alquran, Juma
Dr. Darwisi: Jangan Ulangi Sejarah Kejatuhan Presiden
Kamis 03 November 2016, 23:10 WIB
Aksi demonstrasi umat Islam terkait pernyataan kontoversi Gubernur
DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mengutip salah satu ayat Alquran, Juma
PALU. Riaumadani. com - Pakar politik dari Universitas Tadulako Palu Dr Darwis mengatakan kekuatan politik di Indonesia sudah harus menghindari kejadian berulang jatuhnya presiden karena kegaduhan politik melalui unjukrasa secara besar-besaran.
"Kita harus menghindari itu," katanya menanggapi rencana unjukrasa secara besar-besaran di seluruh Indonesia terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Menurut Darwis, unjukrasa adalah hak politik masyarakat dan itu sah. Hanya saja perlu dihindari terjadinya gesekan yang mengarah pada lengsernya kepala negara/kepala pemerintahan yang sah. Darwis mengatakan dirinya kuatir unjukrasa besar tersebut beralih ke isu pelengseran Presiden Joko Widodo/Jusuf Kalla.
"Jangan sampai isu ini beralih menurunkan Presiden, ini yang harus dihindari," katanya.
Dia menilai sejauh ini belum ada pelanggaran konstitusional yang dilakukan Presiden dan kekuatan partai juga masih kuat mendukung Jokowi/Jusuf Kalla. "Kinerja pemerintahan masih bagus dan respons publik masih bagus. Itu hasil survei beberapa lembaga survei," katanya.
Menurut Darwis, Indonesia harus belajar dari alih kepemimpinan nasional dari era Soekarno, Soeharto dan Abdurrahman Wahid. Alih kemimpinan pada tiga presiden RI itu selalu diwarnai dengan kegaduhan politik.
Ia pun meminta agar semua pihak menghindari isu SARA karena rentan disusupi oleh kepentingan asing, yang bisa merusak bangsa.
"Isu sara dihindari. Membangun demokrasi harus menghindari Sara. Saya prihatin mudah-mudahan ini tidak terjadi," katanya.(ROL)
"Kita harus menghindari itu," katanya menanggapi rencana unjukrasa secara besar-besaran di seluruh Indonesia terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Menurut Darwis, unjukrasa adalah hak politik masyarakat dan itu sah. Hanya saja perlu dihindari terjadinya gesekan yang mengarah pada lengsernya kepala negara/kepala pemerintahan yang sah. Darwis mengatakan dirinya kuatir unjukrasa besar tersebut beralih ke isu pelengseran Presiden Joko Widodo/Jusuf Kalla.
"Jangan sampai isu ini beralih menurunkan Presiden, ini yang harus dihindari," katanya.
Dia menilai sejauh ini belum ada pelanggaran konstitusional yang dilakukan Presiden dan kekuatan partai juga masih kuat mendukung Jokowi/Jusuf Kalla. "Kinerja pemerintahan masih bagus dan respons publik masih bagus. Itu hasil survei beberapa lembaga survei," katanya.
Menurut Darwis, Indonesia harus belajar dari alih kepemimpinan nasional dari era Soekarno, Soeharto dan Abdurrahman Wahid. Alih kemimpinan pada tiga presiden RI itu selalu diwarnai dengan kegaduhan politik.
Ia pun meminta agar semua pihak menghindari isu SARA karena rentan disusupi oleh kepentingan asing, yang bisa merusak bangsa.
"Isu sara dihindari. Membangun demokrasi harus menghindari Sara. Saya prihatin mudah-mudahan ini tidak terjadi," katanya.(ROL)
| Editor | : | |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan