Dugaan Korupsi Mantan Camat Kampar
Iskandar Tersangka Dugaan Korupsi Penggunaan Dana Desa
Dugaan Korupsi Penggunaan Dana Desa, Mantan Camat Kampar Utara Jadi Tersangka?
Sabtu 30 Juli 2016, 05:11 WIB
Iskandar Tersangka Dugaan Korupsi Penggunaan Dana Desa
BANGKINANG. Riumadani. com - Kepolisian Resor Kampar ternyata telah mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Kampar. SPDP itu terkait kasus dugaan korupsi penggunaan dana desa ketika Iskandar menjabat Camat Kampar Utara.
Itu terlihat oleh awak media pada papan kontrol perkara di dalam Ruang Pemeriksaan Kejari Kampar saat melakukan peliputan pelimpahan berkas penyidikaan Tahap II terhadap dua tersangka korupsi penyertaan modal Perusahaan Daerah Kampar Aneka Karya, Kamis (28/7/2016). Nama Iskandar tercantum dalam papan itu. Pada kolom keterangan tertulis SPDP.
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kampar Ostar Alpansri awalnya tidak tahu soal SPDP atas nama Iskandar tersebut. Mimik wajahnya sempat terlihat mengingat-ngingat SPDP dari Polres Kampar ketika diminta keterangan terkait isi papan putih bertulis tinta Marker tersebut.
Lalu, Ostar bertanya kepada beberapa staf yang berada dalam ruangan tersebut. Staf membenarkan adanya SPDP terkait kasus yang menjerat Iskandar. SPDP itu diterbitkan pada 22 April 2016 lalu.
Apakah penerbitan SPDP itu menandakan bahwa seseorang telah ditetapkan tersangka, ia tak menjawab dengan gamblang. ''Kalau di kita (Kejari), SPDP itu sudah tersangka. Tapi kalau di Polres, bukan wewenang saya (memberi keterangan). Karena yang menangani Polres,'' kata Ostar.
Mantan Kasi Pidana Umum Kejari Siak ini enggan berkomentar lebih jauh saat diminta keterangan soal kasus yang menimpa Iskandar. Ia menyatakan baru bisa memberi keterangan resmi apabila berkas penyidikan dinyatakan lengkap (P.21) dan dilakukan pelimpahan Tahap II.
Sebelumnya, Kepala Polres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata menyebutkan, pihaknya akan melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut. Dikatakan, gelar perkara akan menentukan apakah Iskandar yang kini menjabat Camat Kampar dapat ditetapkan tersangka atau tidak.
Informasi yang dihimpun, Iskandar diduga menyalahgunaan wewenang dalam penggunaan dana desa tahun 2015. Tak tanggung-tanggung, patgulipat anggaran terjadi saat Iskandar memangku Pejabat Sementara Kepala Desa di empat desa sekaligus di Kecamatan Kampar Utara.
Keempat desa itu antara lain, Kampung Panjang, Sungai Jalau, Muara Jalai dan Sungai Tonang. Iskandar mencairkan dana desa yang bersumber dari APBN 2015 itu dengan dalih untuk biaya kegiatan Semenisasi dan Pengerukan Irigasi desa.
Total dana yang ia cairkan mencapai Rp 628 juta lebih. Ia membentuk panitia pelaksana kegiatan tanpa melibatkan perangkat desa. Bukan itu saja, pembayaran biaya pengerjaan tidak melibatkan bendahara desa. Bahkan, hasil pengerjaannya pun dikabarkan tidak sesuai spek.
Itu terlihat oleh awak media pada papan kontrol perkara di dalam Ruang Pemeriksaan Kejari Kampar saat melakukan peliputan pelimpahan berkas penyidikaan Tahap II terhadap dua tersangka korupsi penyertaan modal Perusahaan Daerah Kampar Aneka Karya, Kamis (28/7/2016). Nama Iskandar tercantum dalam papan itu. Pada kolom keterangan tertulis SPDP.
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kampar Ostar Alpansri awalnya tidak tahu soal SPDP atas nama Iskandar tersebut. Mimik wajahnya sempat terlihat mengingat-ngingat SPDP dari Polres Kampar ketika diminta keterangan terkait isi papan putih bertulis tinta Marker tersebut.
Lalu, Ostar bertanya kepada beberapa staf yang berada dalam ruangan tersebut. Staf membenarkan adanya SPDP terkait kasus yang menjerat Iskandar. SPDP itu diterbitkan pada 22 April 2016 lalu.
Apakah penerbitan SPDP itu menandakan bahwa seseorang telah ditetapkan tersangka, ia tak menjawab dengan gamblang. ''Kalau di kita (Kejari), SPDP itu sudah tersangka. Tapi kalau di Polres, bukan wewenang saya (memberi keterangan). Karena yang menangani Polres,'' kata Ostar.
Mantan Kasi Pidana Umum Kejari Siak ini enggan berkomentar lebih jauh saat diminta keterangan soal kasus yang menimpa Iskandar. Ia menyatakan baru bisa memberi keterangan resmi apabila berkas penyidikan dinyatakan lengkap (P.21) dan dilakukan pelimpahan Tahap II.
Sebelumnya, Kepala Polres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata menyebutkan, pihaknya akan melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut. Dikatakan, gelar perkara akan menentukan apakah Iskandar yang kini menjabat Camat Kampar dapat ditetapkan tersangka atau tidak.
Informasi yang dihimpun, Iskandar diduga menyalahgunaan wewenang dalam penggunaan dana desa tahun 2015. Tak tanggung-tanggung, patgulipat anggaran terjadi saat Iskandar memangku Pejabat Sementara Kepala Desa di empat desa sekaligus di Kecamatan Kampar Utara.
Keempat desa itu antara lain, Kampung Panjang, Sungai Jalau, Muara Jalai dan Sungai Tonang. Iskandar mencairkan dana desa yang bersumber dari APBN 2015 itu dengan dalih untuk biaya kegiatan Semenisasi dan Pengerukan Irigasi desa.
Total dana yang ia cairkan mencapai Rp 628 juta lebih. Ia membentuk panitia pelaksana kegiatan tanpa melibatkan perangkat desa. Bukan itu saja, pembayaran biaya pengerjaan tidak melibatkan bendahara desa. Bahkan, hasil pengerjaannya pun dikabarkan tidak sesuai spek.
| Editor | : | Boy-sk |
| Kategori | : | Kampar |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 08 Februari 2026, 08:28 WIB
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Politik

Selasa 02 Juni 2026, 17:19 WIB
Wabup Bengkalis: Pancasila Bintang Penuntun Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Senin 01 Juni 2026
Memaknai Hari Lahir Pancasila, Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman Riau
Senin 18 Mei 2026
Marjeni, SE.MM: Badan Pekerja Pelestarian Cagar Budaya Membantu Pemerintah Kabupaten Rohul Menginventarisir Semua Kawasan Cagar Budaya se-Rokan Hulu Beserta Statusnya
Senin 09 Maret 2026
Siti Aisyah Anggota DPR RI Komisi III Sosialisasi 4 Pilar di Skip Hulu, Rengat. Ajak Ustadz. Fitter Kumpala. 
Nasional

Rabu 03 Juni 2026, 20:11 WIB
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Lodewyk Pusung, Sehari Setelah Dipecat Prabowo Sebagai Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Sony Sonjaya, Purnawirawan Polri Dicopot dari Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Kamis 28 Mei 2026, 06:45 WIB
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Kamis 28 Mei 2026
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Selasa 26 Mei 2026
Salat Idul Adha 1447H Akan Digelar di 349 Titik di Pekanbaru dan Dua Titik Lokasi Utama
Rabu 20 Mei 2026
Ketua PP Pekanbaru Iwan Pansa Akui Terima Rp50 Juta dari Kadis PUPR-PKPP Riau