Wako: Jangan Ada Lagi Sistim Donor Darah Pengganti
Wali kota Pekanbaru DR.H.Firdaus.ST.MT melantik Drs H Mohd Noer MBS, SH, M.Si, MH sebagai Ketua PMI kota Pekanbaru di Aula Kantor walikota Pekanbaru Rabu (04/05/2016)
Sekko Program PMI Siap Bersinergi Dengan Program Pemko Pekanbaru
Kamis 12 Mei 2016, 05:07 WIB
Wali kota Pekanbaru DR.H.Firdaus.ST.MT melantik Drs H Mohd Noer MBS, SH, M.Si, MH sebagai Ketua PMI kota Pekanbaru di Aula Kantor walikota Pekanbaru Rabu (04/05/2016)
ADVETORIAL
PEKANBARU. Riaumadani. com - Setelah dilantik secara resmi sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pekanbaru, Drs H Mohd Noer MBS, SH, M.Si, MH, langsung berkomitmen mensinergikan program organisasi dengan program Pemerintah Kota Pekanbaru, khususnya bidang kemanusiaan.
"Kita siap mensinergikan program PMI dengan program pemerintah, sebagaimana arahan walikota," kata M Noer yang juga menjabat sebagai Sekdako Pekanbaru
M Noer dilantik sebagai pimpinan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekanbaru sejak Rabu (04/05/2016) lalu. Pelantikan langsung dilakukan oleh Walikota Pekanbaru, DR H Firdaus MT.
"PMI itu adalah tugas kemanusiaan dan diharapkan PMI eksis membantu kemanusiaan di Pekanbaru sebagaimana arahan dan harapan Pak Walikota," ujar M Noer.

Ditegaskan M Noer, dibawah kepemimpinannya, PMI siap melakukan berbagai terobosan, di antaranya membawa PMI Pekanbaru untuk bekerja, berkarya dan beramal lebih maksimal dalam upaya berbakti kepada masyarakat.
Sekda Kota Pekanbaru ini juga, minta kepada pengurus PMI Kota Pekanbaru untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terutama dalam menyelenggarakan donor darah, penyediaan darah dan pendistribusian darah.
"Tugas-tugas kemanusiaan itu apabila kita jalankan dengan ikhlas, maka menjadi amal dan ibadah. Ini yang kita tekankan kepada kawan-kawan pengurus dan kader," ujarnya.
Di antara tugas PMI adalah penyediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan, sebagaimana lanjutan moto organisasi 'setetes darah menyelamatkan nyawa orang lain'.
Diakuinya, dalam pelaksanaanya selama ini, memang terkadang mereka kesulitan dalam mencari pendonor untuk ketersediaan darah. Atas kesulitan itu, maka dibuat kebijakan setiap masyarakat yang membutuhkan darah, maka harus membawa dua pengganti.
Atas keadaan ini, M Noer siap melakukan terobosan tak ada lagi istilah darah pengganti. Setiap masyarakat yang membutuhkan, langsung saja datang tanpa harus membawa pengganti.

"Mulai hari ini tidak lagi wajib menggantikan darah bagi yang membutuhkan. Ini yang menjadi penekanan dan arahan Pak Walikota," ujarnya.
Untuk mewujudkan itu, pertama yang akan dilakukan adalah dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa dengan mendonor darah itu, bukan saja misi kemanusiaan dan amal, tapi juga kesehatan.
"Pendonor darah itu sehat, karena sirkulasi darah bisa menjadi lebih baik. Itu artinya, selain dapat pahala, juga dapat kesehatan. Jadi semakin sering, maka semakin sehat. Ini harus dipahami masyarakat," ujarnya.
Langkah berikutnya, ia juga akan memberdayakan ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan pemerintah Kota Pekanbaru untuk peduli lingkungan dengan berdonor darah.
"Jumlah ASN kita itu ada sekitar 9 ribuan orang lebih. Dapat separuhnya saja (4 ribuan lebih) yang mendonor secara regular. Misalnya saja setiap tiga bulan sekali, 3 bagi 4 ribuan, maka setiap bulannya sudah seribuan lebih pendonor. Ini baru kalau separuh dari jumlah ASN, bagaimana kalau sampai 70 atau 80 persen ASN, pasti lebih banyak," ujarnya.
Untuk itu, ia akan terus mendorong para bawahannya di ASN untuk memahami filosofi donor darah tersebut sehat. Dengan begitu tak ada lagi yang ditakutkan dengan mendonor darah. Kalau bisa perilaku mendonor ini bisa menjadi gaya hidup sehat masyarakat Pekanbaru masa kini.
"Jika itu bisa terjadi maka sepanjang waktu, sepanjang hari dan sepanjang bulan, kita selalu ada stok darah untuk masyarakat yang membutuhkan. Saya optimis ini bisa kita wujudkan," katanya.
Optimisme tersebut cukup beralasan, karena potensi darah yang bisa didapat cukup besar sekali. Hitung-hitungannya tadi, itu baru dari lingkungan ASN Pemko Pekanbaru, belum lagi masyarakat umum dan pihak swasta lainnya.
"Masyarakat kampus juga punya potensi besar. Berapa ribu mahasiswa yang ada di lingkungan kampus. Ini juga akan kita garap dengan melibatkan stakeholder, seperti dinas pendidikan dan juga dinas kesehatan untuk tenaga medis," tambahnya.
Jika ketersediaan darah melimpah, UDD (unit Donor Darah) PMI Pekanbaru mampu menampung untuk penyimpangan, karena dilengkapi peralatan yang mumpuni.
"UDD kita terbaik di Sumatera dan nomor lima nasional," katanya. Menariknya, untuk menularkan virus gemar mendonor darah tersebut, M Noer tidak sebatas menghimbau, tapi ia juga sudah memberi contoh. Saat pelantikan itu, ia langsung mendonor darahnya dan akan dilakukan secara regular.
"Ini bukan ria-riaan, tapi saya ingin memberi contoh juga, bahwa mendonor darah itu sehat. Untuk itu, ayuk kita ajak kawan-kawan ASN lainnya untuk melakukan hal serupa. Mari kita tular virus ini demi kemanusiaan," ajaknya. (Adv/hms)
PEKANBARU. Riaumadani. com - Setelah dilantik secara resmi sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pekanbaru, Drs H Mohd Noer MBS, SH, M.Si, MH, langsung berkomitmen mensinergikan program organisasi dengan program Pemerintah Kota Pekanbaru, khususnya bidang kemanusiaan.
"Kita siap mensinergikan program PMI dengan program pemerintah, sebagaimana arahan walikota," kata M Noer yang juga menjabat sebagai Sekdako Pekanbaru
M Noer dilantik sebagai pimpinan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekanbaru sejak Rabu (04/05/2016) lalu. Pelantikan langsung dilakukan oleh Walikota Pekanbaru, DR H Firdaus MT.
"PMI itu adalah tugas kemanusiaan dan diharapkan PMI eksis membantu kemanusiaan di Pekanbaru sebagaimana arahan dan harapan Pak Walikota," ujar M Noer.

Ditegaskan M Noer, dibawah kepemimpinannya, PMI siap melakukan berbagai terobosan, di antaranya membawa PMI Pekanbaru untuk bekerja, berkarya dan beramal lebih maksimal dalam upaya berbakti kepada masyarakat.
Sekda Kota Pekanbaru ini juga, minta kepada pengurus PMI Kota Pekanbaru untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terutama dalam menyelenggarakan donor darah, penyediaan darah dan pendistribusian darah.
"Tugas-tugas kemanusiaan itu apabila kita jalankan dengan ikhlas, maka menjadi amal dan ibadah. Ini yang kita tekankan kepada kawan-kawan pengurus dan kader," ujarnya.
Di antara tugas PMI adalah penyediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan, sebagaimana lanjutan moto organisasi 'setetes darah menyelamatkan nyawa orang lain'.
Diakuinya, dalam pelaksanaanya selama ini, memang terkadang mereka kesulitan dalam mencari pendonor untuk ketersediaan darah. Atas kesulitan itu, maka dibuat kebijakan setiap masyarakat yang membutuhkan darah, maka harus membawa dua pengganti.
Atas keadaan ini, M Noer siap melakukan terobosan tak ada lagi istilah darah pengganti. Setiap masyarakat yang membutuhkan, langsung saja datang tanpa harus membawa pengganti.

"Mulai hari ini tidak lagi wajib menggantikan darah bagi yang membutuhkan. Ini yang menjadi penekanan dan arahan Pak Walikota," ujarnya.
Untuk mewujudkan itu, pertama yang akan dilakukan adalah dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa dengan mendonor darah itu, bukan saja misi kemanusiaan dan amal, tapi juga kesehatan.
"Pendonor darah itu sehat, karena sirkulasi darah bisa menjadi lebih baik. Itu artinya, selain dapat pahala, juga dapat kesehatan. Jadi semakin sering, maka semakin sehat. Ini harus dipahami masyarakat," ujarnya.
Langkah berikutnya, ia juga akan memberdayakan ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan pemerintah Kota Pekanbaru untuk peduli lingkungan dengan berdonor darah.
"Jumlah ASN kita itu ada sekitar 9 ribuan orang lebih. Dapat separuhnya saja (4 ribuan lebih) yang mendonor secara regular. Misalnya saja setiap tiga bulan sekali, 3 bagi 4 ribuan, maka setiap bulannya sudah seribuan lebih pendonor. Ini baru kalau separuh dari jumlah ASN, bagaimana kalau sampai 70 atau 80 persen ASN, pasti lebih banyak," ujarnya.
Untuk itu, ia akan terus mendorong para bawahannya di ASN untuk memahami filosofi donor darah tersebut sehat. Dengan begitu tak ada lagi yang ditakutkan dengan mendonor darah. Kalau bisa perilaku mendonor ini bisa menjadi gaya hidup sehat masyarakat Pekanbaru masa kini.
"Jika itu bisa terjadi maka sepanjang waktu, sepanjang hari dan sepanjang bulan, kita selalu ada stok darah untuk masyarakat yang membutuhkan. Saya optimis ini bisa kita wujudkan," katanya.
Optimisme tersebut cukup beralasan, karena potensi darah yang bisa didapat cukup besar sekali. Hitung-hitungannya tadi, itu baru dari lingkungan ASN Pemko Pekanbaru, belum lagi masyarakat umum dan pihak swasta lainnya.
"Masyarakat kampus juga punya potensi besar. Berapa ribu mahasiswa yang ada di lingkungan kampus. Ini juga akan kita garap dengan melibatkan stakeholder, seperti dinas pendidikan dan juga dinas kesehatan untuk tenaga medis," tambahnya.
Jika ketersediaan darah melimpah, UDD (unit Donor Darah) PMI Pekanbaru mampu menampung untuk penyimpangan, karena dilengkapi peralatan yang mumpuni.
"UDD kita terbaik di Sumatera dan nomor lima nasional," katanya. Menariknya, untuk menularkan virus gemar mendonor darah tersebut, M Noer tidak sebatas menghimbau, tapi ia juga sudah memberi contoh. Saat pelantikan itu, ia langsung mendonor darahnya dan akan dilakukan secara regular.
"Ini bukan ria-riaan, tapi saya ingin memberi contoh juga, bahwa mendonor darah itu sehat. Untuk itu, ayuk kita ajak kawan-kawan ASN lainnya untuk melakukan hal serupa. Mari kita tular virus ini demi kemanusiaan," ajaknya. (Adv/hms)
| Editor | : | TIS_HumaS |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham