Sabtu, 13 Juni 2026

Breaking News

  • Ribuan Massa Mahasiswa UI Berangkat ke Bundaran HI, Bawa Tuntutan Ekonomi dan Lapangan Kerja    ●   
  • Pemkab Siak Dukung Program Universitas Hang Tuah, KKN Tematik Jadi Wujud Kolaborasi Pembangunan Daerah   ●   
  • Pembengkakan Titik MBG Capai Ribuan Unit, Zulhas Sebut Potensi Kerugian Rp1 Triliun per Bulan   ●   
  • 8 Gol dan 2 Clean Sheet, Timnas Indonesia U-19 Siap Ladeni Australia U-19 di Semifinal Piala AFF U-19 2026   ●   
  • Wabup Bagus Santoso Hadiri RUPS BRK Syariah 2026, Dorong Penguatan Ekonomi Bengkalis   ●   
Cegah Konflik Perbatasan
Cegah Konflik Perbatasan Maritim, Pemerintah RI-Malaysia Intensifkan Pembicaraan
Selasa 12 April 2016, 23:37 WIB
Menlu RI Retno Marsudi di KTT OKI (dok. Kemlu)
JAKARTA. Riaumadani. com - Indonesia dan Malaysia sepakat mengintensifkan pembicaraan terkait perbatasan maritim. Hal ini untuk mencegah terjadinya insiden antara nelayan kedua negara.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi dan Menlu Malaysia Anifah Aman melakukan pertemuan bilateral di sela-sela KTT Negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul. Dalam agenda itulah dicapai kesepakatan tersebut.

"Kedua Menlu sepakat agar negosiasi pebatasan Maritim dapat diintensifkan," Kata Jubir Kemlu, Arrmanatha Nasir dalam keterangannya, Selasa (12/4/2016).

Dijelaskan diplomat yang akrab disapa Tata ini, penunjukan utusan khusus akan mampu mepercepat upaya penyelesaian perbatasan maritim kedua negara.

"Penyelesaian perbatasan maritim ini akan membantu mencegah insiden terkait nelayan dua negara," ungkapnya.

Dalam pertemuan itu, kedua Menlu juga bertukar pikiran terkait pentingnya keamanan di wilayah ASEAN. Kedua Menlu menekankan bahwa keamanan wilayah perairan ini akan sangat berdampak pada pembangunan ekonomi ASEAN.

"Termasuk di wilayah di mana sering terjadi penyanderaan, "ujar Tata.

OKI Apresiasi Peran Aktif Indonesia untuk Palestina

Selain itu, Tata menyampaikan, OKI menyampaikan penghargaan tertinggi terhadap peran aktif Indonesia untuk isu Palestina. Penghargaaan ini merujuk pada penyelenggaraan KTT Luar Biasa OKI ke-5 mengenai Palestina dan Al-Quds Al-Sharif, di mana Indonesia menjadi tuan rumah.

Negara-negara anggota OKI juga mengingatkan kiranya hasil KTT Luar Biasa tersebut dapat diimplementasikan oleh semua negara anggota OKI.

Dalam statement di acara "General Debate" Pertemuan Tingkat Menlu (PTM) OKI Menlu RI menyampaikan beberapa poin penting. Antara lain menyampaikan agar dua dokumen hasil KTT Luar Biasa di Jakarta dapat dijadikan referensi bagi upaya untuk memerdekakan Palestina.
**



Editor : TIS.Dtc
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top