Serba Serbi Piala Dunia
Massimo Luongo Pemain Nasional Australia Berdarah Indonesia
Massimo Luongo, Pemain Berdarah Indonesia di Piala Dunia 2014
Kamis 19 Juni 2014, 02:18 WIB
Massimo Luongo Pemain Nasional Australia Berdarah Indonesia
MELBOURNE. Riaumadani.com - Walau Indonesia tidak ikut dalam perhelatan Piala Dunia 2014 di Brasil, setidaknya salah seorang pemain yang kini berlaga di Brasil memiliki darah Indonesia. Dia adalah pemain timnas Australia, Massimo Luongo [21], yang memiliki ibu asal Indonesia dan ayah asal Italia.
Keterangan yang dikumpulkan ABC mengukuhkan bahwa Massimo Luongo memiliki darah Indonesia, dari ibunya yang berasal dari Sumba, Nusa Tenggara Timur.
Massimo dilahirkan di Sydney pada 25 September 1992. Menurut laporan harian Australia The Daily Telegraph, ibunya bernama Ira dan ayahnya bernama Mario.
"Ya, Massimo memiliki darah Indonesia," kata seorang petugas bagian media Federasi Sepak Bola Australia (FFA), Adam Mark, kepada wartawan ABC, L Sastra Wijaya, Rabu [18/6/2014].
Massimo menamatkan pendidikan sekolah di Waverley College. Menurut penuturan beberapa temannya, Massimo sejak kecil memang sudah menyukai sepak bola dan membawa sekolahnya, Waverley, menjadi juara turnamen antar-sekolah pada 2009.
Selepas itu, Luongo sempat dilirik tim Liga Utama Inggris, Tottenham Hotspur, pada Januari 2011, setelah menjalani uji coba. Di sana, Luongo sempat tampil sembilan kali untuk tim Spurs di bawah usia 18 tahun.
Karier profesionalnya dimulai 23 Juli 2012 ketika dia bergabung dengan tim Divisi Championship Ipswich Town sebagai pemain pinjaman dari Spurs. Namun, kontraknya diberhentikan beberapa bulan kemudian.
Setahun berikutnya, Luongo pindah ke Swindon Town dan menandatangani kontrak permanen dengan klub tersebut pada Agustus 2013. Luongo sudah 53 kali memperkuat Swindon Town musim lalu dan mencetak enam gol.
Keterlibatan di Piala Dunia 2014
Saat ini, Massimo Luongo mungkin belum akan memainkan peranan penting bagi Socceroos, julukan timnas Australia, di Piala Dunia Brasil. Namun, pemain yang masih memperkuat tim Liga Inggris, Swindon Town, ini memiliki masa depan cerah setelah masuk ke dalam tim utama Socceroos ke Brasil.
"Saya belum tahu apakah saya akan diturunkan untuk timnas. Namun, dengan nama saya masuk ke dalam 23 besar sudah membanggakan," kata Massimo kepada situs lokal BBC di Wiltshire, Inggris, tempat Swindon Town bermarkas.
"Saya tidak tahu apakah akan merupakan keputusan terbaik untuk meninggalkan Swindon Town, atau memang saya menginginkannya karena saya senang di sini. Namun setelah Piala Dunia, pasti ada beberapa opsi yang ada," tambahnya.
Sejauh ini, Luongo baru sekali turun memperkuat timnas, sebagai pemain cadangan dalam pertandingan persahabatan melawan Ekuador di London pada Maret lalu.
Luongo sebenarnya berhak untuk bermain untuk Australia (sebagai tempat kelahirannya) atau Italia [asal ayahnya], atau Indonesia [asal ibunya], dan sekarang ia memutuskan untuk memperkuat Australia.**
Keterangan yang dikumpulkan ABC mengukuhkan bahwa Massimo Luongo memiliki darah Indonesia, dari ibunya yang berasal dari Sumba, Nusa Tenggara Timur.
Massimo dilahirkan di Sydney pada 25 September 1992. Menurut laporan harian Australia The Daily Telegraph, ibunya bernama Ira dan ayahnya bernama Mario.
"Ya, Massimo memiliki darah Indonesia," kata seorang petugas bagian media Federasi Sepak Bola Australia (FFA), Adam Mark, kepada wartawan ABC, L Sastra Wijaya, Rabu [18/6/2014].
Massimo menamatkan pendidikan sekolah di Waverley College. Menurut penuturan beberapa temannya, Massimo sejak kecil memang sudah menyukai sepak bola dan membawa sekolahnya, Waverley, menjadi juara turnamen antar-sekolah pada 2009.
Selepas itu, Luongo sempat dilirik tim Liga Utama Inggris, Tottenham Hotspur, pada Januari 2011, setelah menjalani uji coba. Di sana, Luongo sempat tampil sembilan kali untuk tim Spurs di bawah usia 18 tahun.
Karier profesionalnya dimulai 23 Juli 2012 ketika dia bergabung dengan tim Divisi Championship Ipswich Town sebagai pemain pinjaman dari Spurs. Namun, kontraknya diberhentikan beberapa bulan kemudian.
Setahun berikutnya, Luongo pindah ke Swindon Town dan menandatangani kontrak permanen dengan klub tersebut pada Agustus 2013. Luongo sudah 53 kali memperkuat Swindon Town musim lalu dan mencetak enam gol.
Keterlibatan di Piala Dunia 2014
Saat ini, Massimo Luongo mungkin belum akan memainkan peranan penting bagi Socceroos, julukan timnas Australia, di Piala Dunia Brasil. Namun, pemain yang masih memperkuat tim Liga Inggris, Swindon Town, ini memiliki masa depan cerah setelah masuk ke dalam tim utama Socceroos ke Brasil.
"Saya belum tahu apakah saya akan diturunkan untuk timnas. Namun, dengan nama saya masuk ke dalam 23 besar sudah membanggakan," kata Massimo kepada situs lokal BBC di Wiltshire, Inggris, tempat Swindon Town bermarkas.
"Saya tidak tahu apakah akan merupakan keputusan terbaik untuk meninggalkan Swindon Town, atau memang saya menginginkannya karena saya senang di sini. Namun setelah Piala Dunia, pasti ada beberapa opsi yang ada," tambahnya.
Sejauh ini, Luongo baru sekali turun memperkuat timnas, sebagai pemain cadangan dalam pertandingan persahabatan melawan Ekuador di London pada Maret lalu.
Luongo sebenarnya berhak untuk bermain untuk Australia (sebagai tempat kelahirannya) atau Italia [asal ayahnya], atau Indonesia [asal ibunya], dan sekarang ia memutuskan untuk memperkuat Australia.**
| Editor | : | Sumber : Kompas.com |
| Kategori | : | Internasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 08 Februari 2026, 08:28 WIB
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Politik

Selasa 02 Juni 2026, 17:19 WIB
Wabup Bengkalis: Pancasila Bintang Penuntun Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Senin 01 Juni 2026
Memaknai Hari Lahir Pancasila, Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman Riau
Senin 18 Mei 2026
Marjeni, SE.MM: Badan Pekerja Pelestarian Cagar Budaya Membantu Pemerintah Kabupaten Rohul Menginventarisir Semua Kawasan Cagar Budaya se-Rokan Hulu Beserta Statusnya
Senin 09 Maret 2026
Siti Aisyah Anggota DPR RI Komisi III Sosialisasi 4 Pilar di Skip Hulu, Rengat. Ajak Ustadz. Fitter Kumpala. 
Nasional

Rabu 03 Juni 2026, 20:11 WIB
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Lodewyk Pusung, Sehari Setelah Dipecat Prabowo Sebagai Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Sony Sonjaya, Purnawirawan Polri Dicopot dari Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Kamis 28 Mei 2026, 06:45 WIB
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Kamis 28 Mei 2026
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Selasa 26 Mei 2026
Salat Idul Adha 1447H Akan Digelar di 349 Titik di Pekanbaru dan Dua Titik Lokasi Utama
Rabu 20 Mei 2026
Ketua PP Pekanbaru Iwan Pansa Akui Terima Rp50 Juta dari Kadis PUPR-PKPP Riau