Realisasi APBD Riau 2016
Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman
Plt Gubri Targetkan Realisasi APBD Riau 2016 Tembus 90 Persen
Sabtu 30 Januari 2016, 12:05 WIB
Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman
PEKANBARU. Riaumadani. com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman targetkan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2016 capai 80 hingga 90 persen.
Untuk mewujudkannya, Plt Gubri pun mendorong Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menyelesaikan proses administrasi pelaksanaan belanja yang saat ini belum berjalan.
"Target kita 80-90 persen. Karena itu SKPD harus cepat berbenah menyiapkan administrasi," kata Plt Gubri, Jumat (29/1/16).
Selain itu, Plt Gubri juga mengingatkan agar semua SKPD serius serta belajar dari pengamalan lalu. Dimana menurutnya, kehati-hatian dengan tetap mengedepankan ketentuan harus menjadi perhatian yang tak boleh diabaikan.
"Coba SKPD fokus dan serius dalam menjalankan APBD 2016 agar target kita tercapai. Tapi tetap dengan aturan dan Undang-Undang yang berlaku, jangan asal jalan, nanti terbentur hukum," ungkapnya.
Sayangnya kenapa Plt Gubri harus mengingatkan agar berhati-hati agar tak terulang seperti tahun lalu, Plt Gubri tak merincikannya. Namun kembali mengingatkan agar semua berhati-hati melaksanakan anggaran diinstansi masing-masing.
Seperti diketahui, hingga akhir Desember 2015, Pemprov Riau hanya mampu merealisasikan anggaran daerahnya sebesar 64 persen. Dari evaluasi tersebut, Pemprov Riau juga memberikan rapor merah terhadap SKPD yang realisasi anggarannya rendah.
Setidaknya ada 11 SKPD yang mendapatkan rapor merah itu diantaranya Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta Sumber Daya Air, RSUD Arifin Achmad, RSUD Petala Bumi, Sekretariat Korpri.
Lalu disusul Pejabat Pengelola Keuangan Daerah, Disdikbud, RSJ Tampan, Diskanlut, BKP2D dan Inspektorat Riau.Sedangkan APBD Riau 2016 diketahui mencapai Rp 11,246 triliun. Setelah terkena rasionalisasi sebesar Rp 276 miliar, APBD Riau tersisa menjadi Rp 10,97 triliun.**
Untuk mewujudkannya, Plt Gubri pun mendorong Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menyelesaikan proses administrasi pelaksanaan belanja yang saat ini belum berjalan.
"Target kita 80-90 persen. Karena itu SKPD harus cepat berbenah menyiapkan administrasi," kata Plt Gubri, Jumat (29/1/16).
Selain itu, Plt Gubri juga mengingatkan agar semua SKPD serius serta belajar dari pengamalan lalu. Dimana menurutnya, kehati-hatian dengan tetap mengedepankan ketentuan harus menjadi perhatian yang tak boleh diabaikan.
"Coba SKPD fokus dan serius dalam menjalankan APBD 2016 agar target kita tercapai. Tapi tetap dengan aturan dan Undang-Undang yang berlaku, jangan asal jalan, nanti terbentur hukum," ungkapnya.
Sayangnya kenapa Plt Gubri harus mengingatkan agar berhati-hati agar tak terulang seperti tahun lalu, Plt Gubri tak merincikannya. Namun kembali mengingatkan agar semua berhati-hati melaksanakan anggaran diinstansi masing-masing.
Seperti diketahui, hingga akhir Desember 2015, Pemprov Riau hanya mampu merealisasikan anggaran daerahnya sebesar 64 persen. Dari evaluasi tersebut, Pemprov Riau juga memberikan rapor merah terhadap SKPD yang realisasi anggarannya rendah.
Setidaknya ada 11 SKPD yang mendapatkan rapor merah itu diantaranya Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta Sumber Daya Air, RSUD Arifin Achmad, RSUD Petala Bumi, Sekretariat Korpri.
Lalu disusul Pejabat Pengelola Keuangan Daerah, Disdikbud, RSJ Tampan, Diskanlut, BKP2D dan Inspektorat Riau.Sedangkan APBD Riau 2016 diketahui mencapai Rp 11,246 triliun. Setelah terkena rasionalisasi sebesar Rp 276 miliar, APBD Riau tersisa menjadi Rp 10,97 triliun.**
| Editor | : | Tis-mcr |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham