Sabtu, 22 Agustus 2026

Breaking News

  • Juru Parkir Tak Bisa Tunjukkan Kartu Pengenal, Warga Pertanyakan Legalitas Parkir di Pangkalan Kerinci   ●   
  • Juru Parkir Tak Bisa Tunjukkan Kartu Pengenal, Warga Pertanyakan Legalitas Parkir di Pangkalan Kerinci   ●   
  • Bupati Bengkalis Tandatangani Naskah Hibah Barang Milik Daerah Kepada RRI   ●   
  • Berkomitmen Majukan Ekonomi Kerakyatan, Bupati Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara 2026   ●   
  • Terobos Antrian Isi BBM di SPBU Pangkalan Kerinci, Sesama Supir Saling Baku Hantam   ●   
Aktifitas Mafia BBM Semakin Merajalela
Para Mafia BBM Subsidi di Pelalawan Kebal Hukum
Sabtu 22 Agustus 2026, 06:30 WIB

Para Mafia BBM Subsidi di Pelalawan Kebal Hukum

PELALAWAN. RIAU MADANI.COM - Sejumlah gudang penampungan BBM Subsidi di wilayah hukum Polres Kabupaten Pelalawan khususnya Pangkalan Kerinci tampak semakin merajalela. Investigasi wartawan Jumat (21/8/2026) sore, gudang yang terletak di rumah petak di jalan T. Said Jaafar tepat depan SD Negeri 09 Pangkalan Kerinci, terpantau sejumlah mobil bus dan coltdiesel keluar masuk.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun wartawan media ini, para mafia BBM subsidi di Kabupaten Pelalawan tidak akan tersentuh hukum. Buktinya walau dugaan penyalahgunaan BBM subsidi itu berulang kali diberitakan di media, namun aktifitas para mafia semakin merajalela, sebut sumber yang tidak ingin namanya dipublis. 

Dikatakannya bahwa lebih 50 orang mafia BBM subsidi yang beroperasi disejumlah SPBU di Pangkalan Kerinci, sebagian banyak pemiliknya adalah oknum berseragam coklat. Sehingga kalau ada pengecekan lokasi gudang tersebut oleh aparat penegak hukum, dipastikan aman karena para mafia sudah berkoordinasi lebih dulu dengan oknum orang dalam. Maka sebelum petugas sampai dilokasi gudang tersebut sudah disterilkan terlebih dahulu, beber narasumber tersebut.

Sebagaimana diketahui selama ini, aksi penampungan BBM subsidi yang dilangsir dari sejumlah SPBU di kota Pangkalan Kerinci, siang malam bebas beraktifitas. Sebab mereka dipastikan kebal hukum, ujar narasumber tersebut kembali menegaskan.

Lanjutnya, sejumlah gudang yang diduga kuat tempat penampungan BBM subsidi telah disorot sejumlah media belum lama ini. Realitanya sampai detik ini gudang-gudang tersebut terus menjalankan bisnis haramnya. Bahkan beberapa hari terakhir digemparkan terjadinya keributan antara sesama pelangsir yang berujung pengeroyokan hingga korban mengalami cedera serius hingga diopname di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci namun dugaan melangsir BBM subsidi tampaknya lencar-lancar saja. 

Dijelaskan, seorang supir dikeroyok oleh sejumlah rekannya yang diduga sesama pelangsir solar di SPBU kota Pangkalan Kerinci pada Rabu (19/8/2026) malam. Pengeroyokan dipicu saat korban menerobos antrean sejumlah kendaraan yang ada dijalur mesin pompa solar di SPBU kota Pangkalan Kerinci. Malam itu terjadi keributan bahkan besoknya terlihat begitu ramainya kendaraan yang mengantre untuk melangsir di SPBU tersebut, paparnya.

Sampai hari ini sejumlah gudang tersebut, diantaranya gudang yang terletak di KM 55 Pangkalan Kerinci, gudang penampungan BBM subsidi di SP 5 juga masih beroperasi. Bahkan ada beberapa gudang yang baru dibuka beroperasi, sebutnya.

Para mafia BBM subsidi sangat licik, katanya. Mereka memainkan siasat dengan bebas keluar masuk mengantre di setiap SPBU dengan berbagai modus operandi. Salah satunya nomor plat polisi mobil tersebut dipalsukan. Bayangkan seorang pelangsir mengemudi satu unit kendaraan dengan memiliki beberapa nomor plat palsu mobil. Supir satu mobil bisa mengantong hingga 10 barcode agar bebas keluar masuk mengisi BBM di SPBU, ungkapnya membongkar siasat licik para mafia BBM subsidi tersebut. (Sona)

 




Editor : Tis
Kategori : Pelalawan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top