Ambil Poto Dugaan Gudang Tempat Penimbunan BBM, Rumah Wartawan Didatangi Ramai-ramai Malam Hari dan Diintimidasi
PELALAWAN. RIAU MADANI. COM - Rumah kediaman wartawan didatangi beramai-ramai dimalam hari dan diintimidasi. Kejadian itu berawal dari pemberitaan gudang diduga tempat penampungan BBM bersubsidi jenis solar pada siangnya, Senin (27/7/26)
Sekitar pukul 14.00 Wib siang, Senin itu saat mencoba meliput gudang berpagar seng di rumah petak yang terletak di Jl Sultan Syarif Kasim tepat depan SD Negeri 09 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, seorang pria berambut gondrong menghadang wartawan melarang masuk. Didalam gudang tersebut tampak berjejer baby tank diduga tempat penampung BBM jenis solar yang dilangsir dari SPBU oleh para mafia. Ketika gudang tersebut difoto, pria gondrong dan beberapa rekannya langsung mengejar dengan mengeluarkan kata-kata makian.
Demi menghindari amukkan para preman penjaga gudang solar tersebut, wartawan berusaha tancap gas sepeda motor dari lokasi tersebut agar tidak terjadi kontak fisik.
Lalu malamnya sekira pukul 21.30 Wib pria gondrong dan sejumlah rekannya mendatangi rumah wartawan melakukan intimidasi. Mereka meminta masalah itu diselesaikan dengan baik, jika tidak akan mengambil jalan premanisme.
Salah seorang diantaranya bernama Mori mengaku sebagai pemilik gudang tersebut. "Saya pemilik gudang itu bang, tidak ada kaitannya dengan Imam, juga dengan Wak No (Kasno), kata Mori. Kampung saya disitu, itu tanah saya, itu rumah saya dan itu gudang saya. Memang kerja itu menyalah tapi namanya cari makan, intinya saya datang ke rumah Abang minta jalan baik, kita berkawan saja," tukas Mori diteras rumah milik wartawan malam itu.
"Saya berharap sama Abang agar kita duduk bersama kita selesaikan baik-baik, kita berkawan saja," kalau abang ada perlu, abang hubungi saja saya," ucapnya.
Salah seorang rekan lainnya mencoba mengintimidasi mengatakan, kita minta masalah ini diselesaikan secara baik. Kalau mau selesai dengan baik, ayo diselesaikan dengan baik-baik. Kalau tidak mau juga selesai dengan baik, tidak apa kami bisa ambil jalan secara preman, ujarnya dengan nada mengancam.
Gudang itu punya kami, jangan dikaitkan dengan Wak No (Kasno). Punya kami ya punya kami, tidak ada urusan dengan Wak No. Yang kerja kami, adik-adik dan abang-abang kami semua, tidak ada hubungannya gudang itu dengan Wak No, ujarnya.(Sona)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pelalawan |





01
02
03
04
05


