Kamis, 4 Juni 2026

Breaking News

  • SF Hariyanto Jadi Saksi Sidang Perkara Dugaan Korupsi Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid    ●   
  • Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung   ●   
  • Profil Lodewyk Pusung, Sehari Setelah Dipecat Prabowo Sebagai Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung   ●   
  • Profil Sony Sonjaya, Purnawirawan Polri Dicopot dari Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung   ●   
  • Setelah Dipecat Prabowo Mantan Kepala BGN dan 2 Wakilnya Ditahan Kejagung   ●   
Hari H Lebaran, 316 Titik Hospot di Sumatera 198 Menyala di Riau
Sabtu 21 Maret 2026, 20:50 WIB

Hari H Lebaran, 316 Titik Hospot di Sumatera 198 Menyala di Riau

PEKANBARU.RIAU MADANI.COM – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menguat di Pulau Sumatera. Data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan dominasi signifikan Provinsi Riau dalam jumlah titik panas (hotspot).

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir mengungkapkan, total hotspot di wilayah Sumatera pada Sabtu (21/3/2026) mencapai 316 titik.

“Total titik panas di Sumatera hari ini terpantau sebanyak 316 titik, dengan sebaran terbanyak berada di Provinsi Riau,” ujarnya.

Dari jumlah tersebut, Riau menyumbang 198 titik atau lebih dari separuh total hotspot di Sumatera. Angka ini menempatkan Riau sebagai wilayah paling rawan potensi karhutla saat ini.

Secara regional, sebaran hotspot di provinsi lain relatif lebih rendah. Sumatera Utara tercatat 23 titik, Sumatera Selatan 20 titik, serta Kepulauan Riau sebanyak 48 titik.

Sementara provinsi lain seperti Aceh, Lampung, dan Bangka Belitung mencatat jumlah di bawah 10 titik.

Di dalam Provinsi Riau, lonjakan hotspot terkonsentrasi di beberapa daerah. Kota Dumai menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi, mencapai 72 titik. Disusul Kabupaten Bengkalis dengan 61 titik dan Pelalawan sebanyak 41 titik.

Selain itu, sejumlah daerah lain juga terpantau memiliki titik panas meski dalam jumlah lebih kecil, seperti Indragiri Hilir 10 titik, Siak 8 titik, Kepulauan Meranti 3 titik, Rokan Hilir 2 titik, serta Indragiri Hulu 1 titik.

Kondisi ini menjadi sinyal peringatan dini bagi seluruh pihak, terutama dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan yang dapat meluas dengan cepat, terutama di wilayah dengan tingkat kekeringan tinggi.

BMKG mengimbau agar pemantauan dan langkah pencegahan terus diperkuat, khususnya di daerah dengan konsentrasi hotspot tinggi seperti Dumai, Bengkalis, dan Pelalawan. (**)

 




Editor : Tis
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top