Peraturan Karhutla
Suasana Rapat Koordinasi Evaluasi Penanggulangan Bencana Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan, Senin (21/122015).
Pemkab Rokan Hilir Wacanakan Peraturan Pencegahan Karhutla
Rabu 23 Desember 2015, 04:21 WIB
Suasana Rapat Koordinasi Evaluasi Penanggulangan Bencana Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan, Senin (21/122015).
BAGAN SIAPIAPI. Riaumadani. com - Pemkab Rohil mewacanakan akan membuat program untuk mencegah terjadinya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Rokan Hilir. Wacana tersebut berisi, jika ditemukan masyarakat yang membakar lahan, maka lahan tersebut akan diberi garis polisi, disita bahkan akan diseret ke ranah hukum.
Jika masyarakat ingin lahan tersebut, maka harus berurusan dengan pihak hukum. Hal tersebut dikatakan Plt Sekda Rokan Hilir, Surya Arfan, saat memberikan sambutan pada acara Rakor Evaluasi Penanggulangan Bencana Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan Dan Lahan, Senin (21/12/2015) di gedung serbaguna Bagansiapiapi.
''Melalui Rakor ini, coba didiskusikan, apakah bisa kita buat sebuah peraturan ini. Jika memang bisa diterapkan kita yakini masyarakat akan takut untuk melakukan pembakaran lahan,'' tegas Surya.
Surya menambahkan, sejauh ini pantauan di lapangan, lahan yang sudah dibakar oleh masyarakat dibiarkan begitu saja, ketika kasus Karhutla sudah mereda, maka masyarakat kembali melakukan aktivitas tanam menanam.
''Setelah dibakar oleh masyarakat dan lahan tersebut ditinggalkan, masyarakat akan kembali untuk melakukan penanaman, sehingga untuk berikutnya pasti dilakukan pembakaran lagi, begitu lah setiap tahunnya. Jadi untuk mencegah Karhutla di Rokan Hilir pasti sangat sulit jika hal tersebut dibiarkan,'' pungkasnya.
Diharapkan dalam Rakor yang ditaja Pemkab Rohil melalui Dinas Kehutanan tersebut bisa membuahkan hasil dan wacana yang telah kita sampaikan tersebut bisa diwujudkan hendaknya, agar Rohil bisa bebas dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan untuk tahun berikutnya.(adv/hms)
Jika masyarakat ingin lahan tersebut, maka harus berurusan dengan pihak hukum. Hal tersebut dikatakan Plt Sekda Rokan Hilir, Surya Arfan, saat memberikan sambutan pada acara Rakor Evaluasi Penanggulangan Bencana Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan Dan Lahan, Senin (21/12/2015) di gedung serbaguna Bagansiapiapi.
''Melalui Rakor ini, coba didiskusikan, apakah bisa kita buat sebuah peraturan ini. Jika memang bisa diterapkan kita yakini masyarakat akan takut untuk melakukan pembakaran lahan,'' tegas Surya.
Surya menambahkan, sejauh ini pantauan di lapangan, lahan yang sudah dibakar oleh masyarakat dibiarkan begitu saja, ketika kasus Karhutla sudah mereda, maka masyarakat kembali melakukan aktivitas tanam menanam.
''Setelah dibakar oleh masyarakat dan lahan tersebut ditinggalkan, masyarakat akan kembali untuk melakukan penanaman, sehingga untuk berikutnya pasti dilakukan pembakaran lagi, begitu lah setiap tahunnya. Jadi untuk mencegah Karhutla di Rokan Hilir pasti sangat sulit jika hal tersebut dibiarkan,'' pungkasnya.
Diharapkan dalam Rakor yang ditaja Pemkab Rohil melalui Dinas Kehutanan tersebut bisa membuahkan hasil dan wacana yang telah kita sampaikan tersebut bisa diwujudkan hendaknya, agar Rohil bisa bebas dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan untuk tahun berikutnya.(adv/hms)
| Editor | : | Ishaq.y.HR |
| Kategori | : | Rohil |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan