Senin, 2 Februari 2026

Breaking News

  • Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 Dimulai, Satlantas Polresta Pekanbaru Ajak Pelajar Tertib Lalu Lintas   ●   
  • Lantik 5 Pejabat Administrator Sekda Siak Tekankan Inovasi dan Profesionalisme ASN   ●   
  • Pengurangan Dana Desa Oleh Pusat Berdampak Bagi Pembagunan.dan Menghambat Kemajuan Desa    ●   
  • Yuhandi Kades Dusun Tua Pelang, Dukung Kinerja Polisi Langsung di Bawah Presiden RI.    ●   
  • Bupati Bengkalis Buka Festival Layang-Layang Wau Laksamana Diikuti 200 Peserta    ●   
Demo DPR Rusuh, 11 Orang Mengalami Luka-luka Akibat Bentrok Dengan Aparat
Senin 25 Agustus 2025, 15:18 WIB

Demo DPR Rusuh, 11 Orang Mengalami Luka-luka Akibat Bentrok Dengan Aparat


JAKARTA . RIAU MADANI. COM - Sebanyak 11 orang mengalami luka-luka akibat bentrokan dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025).

Dari jumlah itu, delapan orang dengan luka ringan langsung mendapat perawatan darurat oleh tim medis kepolisian di dalam kompleks Gedung DPR.

Tiga orang lainnya yang mengalami luka lebih serius, termasuk satu pelajar dengan cedera di bagian kepala, dirujuk ke Rumah Sakit TNI AL Dr. Mintoharjo, Jakarta.

Kericuhan terjadi ketika massa yang mayoritas pelajar dan mahasiswa mencoba menerobos barikade aparat sekitar pukul 12.40 WIB. Polisi yang dilengkapi tameng dan tongkat mendorong mundur massa dari depan gerbang DPR ke arah Fly Over Ladokgi.

Dua mobil taktis dan satu unit water cannon dikerahkan. Aparat juga menembakkan gas air mata ke arah kerumunan setelah sejumlah pendemo melempari batu dan botol plastik. “Tangkap, tangkap itu yang bawa tas tangkap!” teriak salah satu petugas dari mobil komando.

Bentrok membuat beberapa orang terkapar. Selain luka di kepala, korban lain juga menderita sesak napas akibat paparan gas air mata. Ambulans yang siaga di sekitar DPR langsung mengevakuasi korban ke tenda medis sebelum sebagian dibawa masuk ke gedung parlemen.

Polisi sempat mengimbau massa untuk membubarkan diri. “Kami imbau silakan mundur. Jangan memprovokasi kami,” ujar petugas melalui pengeras suara. Namun massa yang tergabung dalam aksi bertajuk Revolusi Rakyat Indonesia tetap bertahan hingga ricuh pecah

Aksi ini sejak awal dimotori berbagai elemen, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga buruh dan petani. Mereka menolak kenaikan tunjangan anggota DPR yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat. Selain itu, massa juga mendesak pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset.RM.id/Rls

 

 




Editor : Tis
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top