Pilkada Serentak
Poto Ilustrasi
Ayoo! ke TPS Hari Ini Waktunya Nyoblos di Pilkada Serentak
Selasa 08 Desember 2015, 22:22 WIB
Poto Ilustrasi
JAKARTA. Riaumadani.com - Sejarah kembali terukir di Negara Republik Indonesia ini. Hari yang dinanti-nantikan akhirnya tiba. Masyarakat di sebanyak 269 daerah hari ini akan melaksanakan pesta demokrasi memilih pemimpinnya melalui ajang pilkada serentak, Rabu [9/12/2015]. Masyarakat diharapkan berbondong-bondong mendatangi TPS untuk menyoblos menjatuhkan pilihannya pada satu pasangan calon saja.
Pemungutan suara hari ini Rabu [9/12/2015] sempat diwarnai kekhawatiran minimnya jumlah partisipasi pemilih sebagai dampak sepinya kampanye dan sosialisasi. Meski begitu, KPU menyatakan tetap optimis.
Sejak awal, KPU menetapkan target partisipasi rata-rata secara nasional sebanyak 77,5 persen. Target itu naik dari realisasi partisipasi pileg 2015 yang mencapai 72 persen. Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah masih yakin target itu bisa dicapai.
"Penyelenggara harus optimis dong dengan segala sesuatu yang dilakukan," terangnya di KPU, Selasa [8/12/2015].
Pihaknya mengharapkan partisipasi pada pilkada kali ini melebihi pileg dan pilpres. Karena itu, sosialisasi masih terus dilakukan hingga menit-menit terakhir untuk mempersuasi pemilih agar datang ke TPS. Sebab, bagaimanapun memilih pemimpin daerah adalah hak masyarakat. Merekalah yang akan menentukan siapa pemimpin di tingkat lokal selama lima tahun ke depan.
Salah satu andalan untuk sosialisasi adalah PPS dan KPPS. Mereka diharapkan menjadi ujung tombak sosialisasi KPU menjelang pemungutan suara. Sosialisasi oleh KPPS sudah dilakukan sejak saat mereka menyebar formulir C-6 sebagai meberitahuan untuk memilih.
"Kami juga minta bantuan tokoh masyarakat di sekitar TPS untuk ikut menyosialisasikan," ujarnya.
Sebaliknya, beberapa pihak justru tidak yakin pemungutan suara hari ini bakal tinggi partisipasinya. "Target KPU tidak realistis,"ujar Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat [JPPR] Masykurudin Hafidz. Tolok ukur ketidakrealistisan KPU sudah bisa dilihat dari sepinya publikasi soal pilkada.
Harus diakui, itu memang tidak lepas dari aktivitas kampanye yang banyak ditanggung negara ketimbang pasangan calon. Sehingga, informasi soal pasangan calon, visi misi, bahan kampanye, iklan, tidak cukup merata diterima pemilih. Termasuk juga ajakan memilih oleh KPU. Anggaran sosialisasi sudah terlanjur dikepras untuk membiayai kampanye paslon.**
Pemungutan suara hari ini Rabu [9/12/2015] sempat diwarnai kekhawatiran minimnya jumlah partisipasi pemilih sebagai dampak sepinya kampanye dan sosialisasi. Meski begitu, KPU menyatakan tetap optimis.
Sejak awal, KPU menetapkan target partisipasi rata-rata secara nasional sebanyak 77,5 persen. Target itu naik dari realisasi partisipasi pileg 2015 yang mencapai 72 persen. Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah masih yakin target itu bisa dicapai.
"Penyelenggara harus optimis dong dengan segala sesuatu yang dilakukan," terangnya di KPU, Selasa [8/12/2015].
Pihaknya mengharapkan partisipasi pada pilkada kali ini melebihi pileg dan pilpres. Karena itu, sosialisasi masih terus dilakukan hingga menit-menit terakhir untuk mempersuasi pemilih agar datang ke TPS. Sebab, bagaimanapun memilih pemimpin daerah adalah hak masyarakat. Merekalah yang akan menentukan siapa pemimpin di tingkat lokal selama lima tahun ke depan.
Salah satu andalan untuk sosialisasi adalah PPS dan KPPS. Mereka diharapkan menjadi ujung tombak sosialisasi KPU menjelang pemungutan suara. Sosialisasi oleh KPPS sudah dilakukan sejak saat mereka menyebar formulir C-6 sebagai meberitahuan untuk memilih.
"Kami juga minta bantuan tokoh masyarakat di sekitar TPS untuk ikut menyosialisasikan," ujarnya.
Sebaliknya, beberapa pihak justru tidak yakin pemungutan suara hari ini bakal tinggi partisipasinya. "Target KPU tidak realistis,"ujar Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat [JPPR] Masykurudin Hafidz. Tolok ukur ketidakrealistisan KPU sudah bisa dilihat dari sepinya publikasi soal pilkada.
Harus diakui, itu memang tidak lepas dari aktivitas kampanye yang banyak ditanggung negara ketimbang pasangan calon. Sehingga, informasi soal pasangan calon, visi misi, bahan kampanye, iklan, tidak cukup merata diterima pemilih. Termasuk juga ajakan memilih oleh KPU. Anggaran sosialisasi sudah terlanjur dikepras untuk membiayai kampanye paslon.**
| Editor | : | TIS.RO |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham