Senin, 2 Februari 2026

Breaking News

  • Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 Dimulai, Satlantas Polresta Pekanbaru Ajak Pelajar Tertib Lalu Lintas   ●   
  • Lantik 5 Pejabat Administrator Sekda Siak Tekankan Inovasi dan Profesionalisme ASN   ●   
  • Pengurangan Dana Desa Oleh Pusat Berdampak Bagi Pembagunan.dan Menghambat Kemajuan Desa    ●   
  • Yuhandi Kades Dusun Tua Pelang, Dukung Kinerja Polisi Langsung di Bawah Presiden RI.    ●   
  • Bupati Bengkalis Buka Festival Layang-Layang Wau Laksamana Diikuti 200 Peserta    ●   
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Rabu 11 Juni 2025, 14:27 WIB
Poto. www. Update Nusantara. Com

Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong

JEDDAH. RIAU MADANI. COM - Pemerintah Arab Saudi menegur Indonesia terkait buruknya validitas data kesehatan jemaah haji tahun ini. Teguran itu disampaikan langsung oleh Deputi Menteri Haji Arab Saudi dalam pertemuan evaluasi penyelenggaraan haji 2025 dan persiapan musim haji 2026 di Jeddah, Selasa (10/6/2025).

Dalam forum resmi tersebut, perwakilan Arab Saudi mempertanyakan alasan Indonesia tetap memberangkatkan jemaah dalam kondisi sakit parah, bahkan ada yang meninggal dunia dalam perjalanan menuju Tanah Suci.

“Why do you bring people to death here?” kata Deputi Menteri Haji Arab Saudi yang hadir dalam pertemuan itu.

Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Irfan Yusuf, membenarkan adanya teguran keras dari pihak Saudi. Menurutnya, masalah validitas data kesehatan jemaah menjadi sorotan utama pemerintah Saudi dalam evaluasi haji 1446 H/2025 M.

Tak hanya soal data kesehatan, Irfan mengungkapkan bahwa Arab Saudi juga membuka wacana pengurangan kuota haji Indonesia hingga 50 persen pada musim haji 2026 mendatang. Namun, keputusan resmi terkait kuota masih belum ditetapkan dan akan dibahas lebih lanjut.

“Kuota resmi belum diumumkan. Biasanya memang disampaikan setelah pelaksanaan haji selesai,” kata Irfan.

Pertemuan itu juga membahas kebijakan baru dari pemerintah Arab Saudi, yakni rencana pembatasan jumlah penyedia layanan haji (syarikah) maksimal hanya dua perusahaan. Selain itu, standar pelayanan jemaah juga akan diperketat, mulai dari kesehatan, akomodasi, konsumsi, hingga pelaksanaan ibadah dam.

Untuk menindaklanjuti evaluasi tersebut, Indonesia menyampaikan kesiapan melakukan reformasi besar dalam manajemen haji. Salah satunya melalui pembentukan gugus tugas (task force) bersama Arab Saudi dan penerapan sistem manajemen haji yang lebih transparan.

Irfan menegaskan, transisi pengelolaan haji dari Kementerian Agama ke BP Haji juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji di masa mendatang.

Evaluasi ini menjadi catatan penting bagi Indonesia di tengah transisi tata kelola haji nasional. Pemerintah berharap, dengan perbaikan sistem dan kerja sama erat dengan Arab Saudi, kuota haji Indonesia dapat dipertahankan dan pelayanan bagi jemaah terus meningkat. (**)




Editor : Tis
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top