Ratusan Juta rupiah Uang Riau ke Malaka unruk berobat
Acara Seminar Kesehatan dalam rangka peningkatan pengetahuan perawat di Hotel Mahera, Bagansiapiapi, Senin [23/11/2015].
Asisten IV Setda Rohil : Indonesia Harus Mantapkan Pelayanan Kesehatan
Selasa 24 November 2015, 05:49 WIB
Acara Seminar Kesehatan dalam rangka peningkatan pengetahuan perawat di Hotel Mahera, Bagansiapiapi, Senin [23/11/2015].
BAGAN SIAPIAPI. Riaumadani. com - Kebutuhan kesehatan masyarakat yang semakin meningkat membuat orang memilih luar negeri sebagi tempat berobat. Hal ini menandakan belum maksimalnya pelayanan kesehtan di Republik Indonesia.
Hal itu ditegaskan Asisten IV Sekretariat Daerah Rohil, Hj Dahniar, usai membuka acara Seminar Kesehatan dalam rangka peningkatan pengetahuan perawat di Hotel Mahera, Bagansiapiapi, Senin [23/11/2015].
"Untuk Riau saja, saya baca sekitar US$3.000 uang kita habiskan untuk berobat keluar negeri. Tempat yang dituju adalah Negara Malaysia dan Singapura," kata Dahniar.
Ia menilai, hal ini karena masyarakat ingin pengobatan yang maksimal dari tenaga kesehatan dan luar negeri masih menjadi pilihan utama. Kondisi ini menurutnya, tak bisa dibiarkan. Para pelaku kesehatan harus berbuat cepat, sehingga tak ada lagi orang yang berobat ke luar negeri. "Ini malahan tenaga kesehatan, seperti dokter kita juga berobatnya ke luar negeri," kata Dahniar.
Ia juga menekanakan, salah satu unsur pelayanan kesehatan adalah Perawat yang langsung melakukan perawatan terhadap pasein. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 38 tahun 2014, jelas sekali tugas dan syarat Perawat yang harus dipenuhi. "Kalau sekarang banyak perawat yang melebihi tugasnya. Kadanng tugas dokter juga dijalankan perawat karena keterbatasan tenaga dokter," katanya.
Pelayanan menjadi harga mati, apabila kebutuhan akan kesehatan masyarakat terpenuhi, maka rumah sakit dalam negeri akan menjadi idaman. Ia juga menegaskan, terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas sebagai pelayanan tingkat pratama yang harus lebih diintensifkan. "Saat ini rumah sakit ramai. Padahal sebenarnya bisa dilakukan di Puskesmas. Kembali lagi apakah pelayanan kesehatan sudah menunjukkan pelayan yang baik," katanya.
Akibatnya, kini Rumah Sakit yang seharusnya merawat orang sakit yang urgent menjadi Puskesmas Besar.
Bahkan orang pilek, Posyandu kini langsung datang ke rumah sakit. Perbaikan pelayanan kesehatan haruslah dimulai mulai dari atas hingga bawah. Apabila dibiarkan, maka Indonesia tak akan maju. "Peralatan sama.
Tempat dan bentuk ruangan sama. tapi belum dimaksimalkan dengan diikuti Sumber Daya Manusia yang memadai," katanya.
Salah satu langkahnya adalah bagi Perawat yang masih D3 harus meningkatkan ilmu minial S1. Hal ini juga yag sedang digencarkan Pemkab Rohil. Apalagi saat ini sudah dibentuk Persatuan Perawat Nasional Indonesia [PPNI] yang menjadi wadah para perawat untuk menyampikan aspirasi serta wadah diskusi.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Rohil, HM Junaidi Saleh, mengatakan, seminar ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada saluruh perawat di Rohil untuk lebih memahami tugas, seta meningkatkan pelayanan. "Kita minta semua perawat aktif, memiliki keterampilan serta menjadi perawat yang benar menjalankan tugas dan fungsinya," kata Junaidi.[Adv-humas]
Hal itu ditegaskan Asisten IV Sekretariat Daerah Rohil, Hj Dahniar, usai membuka acara Seminar Kesehatan dalam rangka peningkatan pengetahuan perawat di Hotel Mahera, Bagansiapiapi, Senin [23/11/2015].
"Untuk Riau saja, saya baca sekitar US$3.000 uang kita habiskan untuk berobat keluar negeri. Tempat yang dituju adalah Negara Malaysia dan Singapura," kata Dahniar.
Ia menilai, hal ini karena masyarakat ingin pengobatan yang maksimal dari tenaga kesehatan dan luar negeri masih menjadi pilihan utama. Kondisi ini menurutnya, tak bisa dibiarkan. Para pelaku kesehatan harus berbuat cepat, sehingga tak ada lagi orang yang berobat ke luar negeri. "Ini malahan tenaga kesehatan, seperti dokter kita juga berobatnya ke luar negeri," kata Dahniar.
Ia juga menekanakan, salah satu unsur pelayanan kesehatan adalah Perawat yang langsung melakukan perawatan terhadap pasein. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 38 tahun 2014, jelas sekali tugas dan syarat Perawat yang harus dipenuhi. "Kalau sekarang banyak perawat yang melebihi tugasnya. Kadanng tugas dokter juga dijalankan perawat karena keterbatasan tenaga dokter," katanya.
Pelayanan menjadi harga mati, apabila kebutuhan akan kesehatan masyarakat terpenuhi, maka rumah sakit dalam negeri akan menjadi idaman. Ia juga menegaskan, terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas sebagai pelayanan tingkat pratama yang harus lebih diintensifkan. "Saat ini rumah sakit ramai. Padahal sebenarnya bisa dilakukan di Puskesmas. Kembali lagi apakah pelayanan kesehatan sudah menunjukkan pelayan yang baik," katanya.
Akibatnya, kini Rumah Sakit yang seharusnya merawat orang sakit yang urgent menjadi Puskesmas Besar.
Bahkan orang pilek, Posyandu kini langsung datang ke rumah sakit. Perbaikan pelayanan kesehatan haruslah dimulai mulai dari atas hingga bawah. Apabila dibiarkan, maka Indonesia tak akan maju. "Peralatan sama.
Tempat dan bentuk ruangan sama. tapi belum dimaksimalkan dengan diikuti Sumber Daya Manusia yang memadai," katanya.
Salah satu langkahnya adalah bagi Perawat yang masih D3 harus meningkatkan ilmu minial S1. Hal ini juga yag sedang digencarkan Pemkab Rohil. Apalagi saat ini sudah dibentuk Persatuan Perawat Nasional Indonesia [PPNI] yang menjadi wadah para perawat untuk menyampikan aspirasi serta wadah diskusi.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Rohil, HM Junaidi Saleh, mengatakan, seminar ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada saluruh perawat di Rohil untuk lebih memahami tugas, seta meningkatkan pelayanan. "Kita minta semua perawat aktif, memiliki keterampilan serta menjadi perawat yang benar menjalankan tugas dan fungsinya," kata Junaidi.[Adv-humas]
| Editor | : | Ishaq,y.HR |
| Kategori | : | Rohil |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan