Senin, 3 Agustus 2026

Breaking News

  • Di Hadapan IDI, Bupati Afni Pastikan Perjuangkan Hak Fiskal Siak untuk Kesejahteraan Tenaga Medis   ●   
  • Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Semarakkan Hari Jadi Ke-69 Riau dan HUT Ke-81 RI   ●   
  • Sempena Hari Jadi Bengkalis dan Sambut HUT RI, Bupati Kasmarni Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengguna Jalan   ●   
  • Raja Rambah dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, M.M. Paparkan Rencana Penataan Kompleks Makam dan Pembangunan Replika Istana   ●   
  • Puncak Hari Jadi ke-514 Bengkalis, LAMR Gelar Majelis Kenduri Adat Bersama Bupati Kasmarni   ●   
Dugaan Kasus Korupsi SPPD Fiktif di DPRD Riau Rugikan Negara Rp130 M
Diperiksa Lagi Terkait Kasus SPPD Fiktif, Muflihun Ungkap Ada Indikasi Tanda Tangan Dipalsukan
Sabtu 15 Februari 2025, 13:50 WIB

Diperiksa Lagi Terkait Kasus SPPD Fiktif, Muflihun Ungkap Ada Indikasi Tanda Tangan Dipalsukan

PEKANBARU. RIAUMADANI. COM – Mantan Pj Walikota Pekanbaru, Muflihun, menegaskan sikap kooperatifnya dalam pemeriksaan oleh Polda Riau terkait dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif di Sekretariat DPRD Riau tahun 2020-2021. Ia kembali diperiksa pada Jumat (14/2/2025), sehari setelah menjalani pemeriksaan selama 10 jam.

"Saya dipanggil sebagai saksi untuk melanjutkan pemeriksaan terkait SPPD fiktif di Setwan Riau. Kemarin belum selesai, jadi hari ini ada pemeriksaan tambahan,” ujar Muflihun.

Ia menjelaskan bahwa materi pemeriksaan kali ini berfokus pada kelengkapan dokumen dan dugaan pemalsuan tanda tangan. Menurut Muflihun, terdapat indikasi tanda tangan palsu dalam beberapa dokumen yang bahkan ditandatangani oleh bendahara.

"Kami dimintai keterangan soal kelengkapan dokumen, termasuk tanda tangan yang tertera. Ada beberapa tanda tangan yang diduga dipalsukan, bahkan ada dokumen yang ditandatangani oleh bendahara,” jelasnya.

Muflihun menegaskan bahwa dirinya selalu memenuhi setiap panggilan penyidik untuk menunjukkan komitmen terhadap proses hukum yang tengah berlangsung.

"Ketika dipanggil, kami pasti datang. Kita patuhi proses hukum yang berjalan. Saat ini masih dalam tahap penyidikan, jadi belum bisa menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah,” ungkapnya dikutip dari rri.co.id.

Pemeriksaan kedua ini berlangsung selama hampir lima jam. Muflihun juga menegaskan komitmennya untuk memberikan semua informasi yang diperlukan guna memperjelas kasus yang sedang diusut.

Kasus dugaan korupsi SPPD fiktif ini masih dalam penyelidikan Polda Riau. (*)




Editor : TIS
Kategori : Politik
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top