Sabtu, 13 Juni 2026

Breaking News

  • Ribuan Massa Mahasiswa UI Berangkat ke Bundaran HI, Bawa Tuntutan Ekonomi dan Lapangan Kerja    ●   
  • Pemkab Siak Dukung Program Universitas Hang Tuah, KKN Tematik Jadi Wujud Kolaborasi Pembangunan Daerah   ●   
  • Pembengkakan Titik MBG Capai Ribuan Unit, Zulhas Sebut Potensi Kerugian Rp1 Triliun per Bulan   ●   
  • 8 Gol dan 2 Clean Sheet, Timnas Indonesia U-19 Siap Ladeni Australia U-19 di Semifinal Piala AFF U-19 2026   ●   
  • Wabup Bagus Santoso Hadiri RUPS BRK Syariah 2026, Dorong Penguatan Ekonomi Bengkalis   ●   
Deklarasi Maju Pilgubri Bersama M. Nasir DPD I Golkar Riau Pecat HM Wardan
Sabtu 27 Juli 2024, 21:06 WIB
HM. Wardan

Deklarasi Maju Pilgubri Bersama M. Nasir DPD I Golkar Riau Pecat HM Wardan

RIAUMADANI. COM, PEKANBARU – Partai Golkar resmi memecat H Muhammad Wardan sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Pemecatan itu, dilakukan setelah Wardan mendeklarasikan diri maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) sebagai Calon Wakil Gubernur Riau berpasangan dengan M Nasir

Partai Golkar menilai Wardan membangkang. Pasalnya, Partai Golkar telah memberikan surat tugas atau mandat kepada Drs H Syamsuar yang merupakan Ketua DPD I Golkar Riau untuk maju pada Pilgubri 27 November mendatang.

Terkait pemecatan Ketua DPD II Partai Golkar Inhil itu, Anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Partai Golkar, H Kartika Roni menyebutkan, sebelum dilakukan pemecatan, DPD I Partai Golkar Riau harusnya mengirim surat terlebih dahulu dengan menyampaikan alasan yang tepat. Sehingga tidak menjadi polemik di dalam tubuh organisasi.

“Kalau saya pribadi tidak terkejut dengan kejadian ini. Karena sudah sering terjadi setiap menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Namun dalam kasua ini berbeda. Sebab, HM Wardan tidak pernah mengundurkan diri dan tidak pernah memagang Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai selain Partai Golkar,” ucap Kartika Roni,

Terkait Ketua DPD I Partai Golkar Riau, Drs H Syamsuar ingin maju kembali pada Pilgubri mendatang, menurut Kartika Roni itu hal wajar. Namun, ketika ada kader yang juga ingin maju, seharusnya diberikan kesempatan dan apresiasi dengan baik dan benar.

“Rubahlah tradisi lama yang mana setiap kader berbeda jalan, sedikit-sedikit dipecat. Partai Golkar ini bukan milik pribadi, melainkan milik bersama semua kader,” tegas Kartika Roni.***




Editor : TIS
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top