Senin, 2 Februari 2026

Breaking News

  • Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 Dimulai, Satlantas Polresta Pekanbaru Ajak Pelajar Tertib Lalu Lintas   ●   
  • Lantik 5 Pejabat Administrator Sekda Siak Tekankan Inovasi dan Profesionalisme ASN   ●   
  • Pengurangan Dana Desa Oleh Pusat Berdampak Bagi Pembagunan.dan Menghambat Kemajuan Desa    ●   
  • Yuhandi Kades Dusun Tua Pelang, Dukung Kinerja Polisi Langsung di Bawah Presiden RI.    ●   
  • Bupati Bengkalis Buka Festival Layang-Layang Wau Laksamana Diikuti 200 Peserta    ●   
Deklarasi Maju Pilgubri Bersama M. Nasir DPD I Golkar Riau Pecat HM Wardan
Sabtu 27 Juli 2024, 21:06 WIB
HM. Wardan

Deklarasi Maju Pilgubri Bersama M. Nasir DPD I Golkar Riau Pecat HM Wardan

RIAUMADANI. COM, PEKANBARU – Partai Golkar resmi memecat H Muhammad Wardan sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Pemecatan itu, dilakukan setelah Wardan mendeklarasikan diri maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) sebagai Calon Wakil Gubernur Riau berpasangan dengan M Nasir

Partai Golkar menilai Wardan membangkang. Pasalnya, Partai Golkar telah memberikan surat tugas atau mandat kepada Drs H Syamsuar yang merupakan Ketua DPD I Golkar Riau untuk maju pada Pilgubri 27 November mendatang.

Terkait pemecatan Ketua DPD II Partai Golkar Inhil itu, Anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Partai Golkar, H Kartika Roni menyebutkan, sebelum dilakukan pemecatan, DPD I Partai Golkar Riau harusnya mengirim surat terlebih dahulu dengan menyampaikan alasan yang tepat. Sehingga tidak menjadi polemik di dalam tubuh organisasi.

“Kalau saya pribadi tidak terkejut dengan kejadian ini. Karena sudah sering terjadi setiap menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Namun dalam kasua ini berbeda. Sebab, HM Wardan tidak pernah mengundurkan diri dan tidak pernah memagang Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai selain Partai Golkar,” ucap Kartika Roni,

Terkait Ketua DPD I Partai Golkar Riau, Drs H Syamsuar ingin maju kembali pada Pilgubri mendatang, menurut Kartika Roni itu hal wajar. Namun, ketika ada kader yang juga ingin maju, seharusnya diberikan kesempatan dan apresiasi dengan baik dan benar.

“Rubahlah tradisi lama yang mana setiap kader berbeda jalan, sedikit-sedikit dipecat. Partai Golkar ini bukan milik pribadi, melainkan milik bersama semua kader,” tegas Kartika Roni.***




Editor : TIS
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top