Selasa, 23 Juli 2024

Breaking News

  • Pemprov Riau Bagikan Bendera Merah Putih Lewat Organisasi dan Paguyuban   ●   
  • Ini dia Catatan Satgas Preemtif Kegiatan Hari Ke-7 Operasi Patuh Lancang Kuning Tahun 2024   ●   
  • Pj Gubri Riau SF Hariyanto Lantik 3 Kepala OPD Pejabat Tinggi Pratama (JPTP) Provinsi Riau   ●   
  • Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) Desak Panitia Seleksi BPK RI Batalkan Pencalonan Mulfachri   ●   
  • Maret Samuel Sueken: integrasi Fasilitas Pendukung di IKN Masih Memerlukan Perhatian Lebih   ●   
HUKUM.
Dugaan Kejahatan Pabrik PT. PHI Terkesan Dicuekin Oleh Toto Candra
Rabu 19 Juni 2024, 10:22 WIB

Dugaan Kejahatan Pabrik PT. PHI Terkesan Dicuekin Oleh Toto Candra

RIAUMADANI. COM. PELALAWAN - Dugaan kejahatan pabrik kelapa sawit PT PHI di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau, kini viral. Seorang mantan karyawan yang sudah habis masa kontrak kerja di pabrik tersebut membongkar dugaan kejahatan manajemen atas pengolahan minyak limbah atau minyak kotor (Miko) dari kolam limbah pabrik tersebut.

Mantan karyawan inisial BM dipekerjakan sebagai operator limbah oleh perusahaan PT PHI (Permata Hijau Indonesia) selama kurang lebih dua tahun dari 2022-2024. Sehari-hari BM diperintahkan oleh manager pabrik atas nama Jumady H Hutapea mengutip minyak limbah untuk dicampurkan ke CPO (Clude Palm Oil). Sehingga produk minyak goreng yang bahan bakunya dari pabrik kelapa sawit PT PHI akan mengancam kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya.

Kendati dugaan kejahatan managemen perusahaan tersebut sudah dibongkar, namun pemilik perusahaan pabrik kelapa sawit PT PHI bernama Toto Candra nampaknya cuek. Beberapa kali dihubungi, bahkan konfirmasi wartawan media ini lewat chat aplikasi WhatsApp, tidak diresponnya.

Sedangkan pimpinan areal pabrik PT PHI, Jumady H Hutapea, pada Sabtu (15/6/2024) melalui pesan WhatsApp minta wartawan media ini bertemu di Pekanbaru. “Bisa jumpa di Pekanbaru malam ini pak? Jam 19.00 WIB (07 malam) lah, supaya dijelaskan terkait teori pabrik pengolahan sawit pak, jadi tidak ada salah pengertian,” ucap Jumady..

Dikarena wartawan media ada kesibukan pada jadwal yang bersamaan, sehingga tidak dapat mengabulkan permintaannya untuk bertemu pada jam 07 malam itu, Jumady menyampaikan bahwa “nantilah dicari waktu pak,” tukasnya.

Sedangkan Humas PT. PHI Yusman Priadi yang beberapa kali dihubungi dan sudah di chat lewat pesan WhatsApp sebelumnya tidak merespon. Selasa (18/6/2024) tiba-tiba memiscall ke telepon wartawan Media ini, dan saat dihubungi dimintai tanggapannya, Yusman menyampaikan bahwa itu sudah lama beritanya sudah empat hari, nantilah dikabari, sebutnya menutup telefon. (Sona)




Editor : TIS
Kategori : Pelalawan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi riaumadain.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top