Sabtu, 13 Juni 2026

Breaking News

  • Ribuan Massa Mahasiswa UI Berangkat ke Bundaran HI, Bawa Tuntutan Ekonomi dan Lapangan Kerja    ●   
  • Pemkab Siak Dukung Program Universitas Hang Tuah, KKN Tematik Jadi Wujud Kolaborasi Pembangunan Daerah   ●   
  • Pembengkakan Titik MBG Capai Ribuan Unit, Zulhas Sebut Potensi Kerugian Rp1 Triliun per Bulan   ●   
  • 8 Gol dan 2 Clean Sheet, Timnas Indonesia U-19 Siap Ladeni Australia U-19 di Semifinal Piala AFF U-19 2026   ●   
  • Wabup Bagus Santoso Hadiri RUPS BRK Syariah 2026, Dorong Penguatan Ekonomi Bengkalis   ●   
HUKUM.
Ditreskrimum Polda Riau Gelar Konferensi Pers Terkait Pembunuhan Tahanan di Sel Polsek Bukitraya
Rabu 01 Mei 2024, 19:12 WIB
HUKUM.
Ditreskrimum Polda Riau Gelar Konferensi Pers Terkait Pembunuhan Tahanan di Sel Polsek Bukitraya

Direktorat Kriminal Umum Polda Riau Gelar Konferensi Pers Terkait
Pembunuhan di Sel Polsek Bukitraya


RIAUMADANI. COM, PEKANBARU – Kasus pembunuhan Dimas Firnanda (DF) yang menggemparkan di sel tahanan Polsek Bukitraya akhirnya terungkap.

Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau menggelar konferensi pers. Selasa (30/04/2024) sore,

Kejadian tragis ini melibatkan lima pelaku pembunuh.

Dalam konferensi pers Kombes Asep Dermawan bersama Kabid Humas Polda Riau Kombes Hery Murwono dan Kasubdit 3 Jatanras Polda Riau Kompol Indra .L. Sihombing mengatakan Kejadian tragis ini melibatkan lima pelaku pembunuhan tersebut adalah AW(38) FRA(22), FFS(27), IE(41) dan TH(28), dan setiap pelaku memiliki peran dan alasan masing-masing dalam kasus pembunuhan ini.

Berdasarkan laporan polisi dan beberapa saksi kejadian ini, terungkap di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau pada Senin, 20 November 2023. Barang bukti berupa rekaman CCTV di dalam sel tahanan Polsek Bukitraya juga telah diamankan sebelum Dimas Firnanda meninggal.

Hasil visum et repertum menunjukkan bahwa korban mengalami luka-luka akibat kekerasan tumpul. Meskipun tidak dilakukan autopsi, pemeriksaan bedah mayat yang dilakukan kemudian menemukan tanda-tanda pembusukan dan luka-luka yang lebih serius pada korban.

Pelaku-pelaku pembunuhan ini dapat dijerat dengan pasal 338 KUHP yang mengancam dengan pidana penjara lima belas tahun. Selain itu, pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP juga mengancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun bagi mereka yang menggunakan kekerasan terhadap orang lain.
Sumber: Humas Polda Riau

 




Editor : Tis
Kategori : Hukum
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top