Realisasi APBD Rohil
Poto int
Realisasi APBD Rohil Tahun 2015 Baru Mencapai 37,5 Persen
Jumat 04 September 2015, 03:52 WIB
Poto int
BAGAN SIAPIAPI. Riaumadani. com - Pemkab Rohil menggelar rapat evaluasi realisasi APBD 2015. Terungkap, reali-sasi sudah mencapai 37,5 persen, namun masih ada SKPD yang realisasinya 0,8 persen, padahal pada SKPD ini tertumpang harapan masyarakat untuk pem-
bangunan infrastruktur.
Rapat dipimpin Plt Sekda Surya Arfan, Kamis (3/8/2015) di Aula Bappeda, didampingi Sekretaris Bappeda, Joko Sulistio, pihak ULP, Andisa Martias, dihadiri semua pimpinan
SKPD. Ma-sing-masing realisasi SKPD dibedah, rata-rata, realisasi anggaran baru untuk gaji dan beberapa kegiatan penga-daan barang dan jasa.
Saat ini, realisasi menu-rut Surya sudah mencapai 37,5 persen dari angka Rp1,8 triliun. "Evaluasi realisasi APBD tahun 2015, capaian kita, dana yang telah kita laksanakan, yaitu 25,8 persen dari Rp2,7 trilun. Kalau dari Rp1,8 triliun, sudah mencapai 37,5 persen.
Rata-rata memang merea-li-sa-si-kan dananya baru untuk gaji. Kemudian beberapa kegiatan pengadaan barang dan jasa," ujar Surya, ketika diwawancara usai rapat.
Untuk belanja modal (fi-sik, red), ada sejumlah kegiatan yang sudah selesai lelangya, kemudian ada dalam proses pelelangan, dan memasukkan dokumen pelelangan. Sisa waktu yang lebih kurang tiga bulan ini, Surya minta SKPD segera menyelesaikan pelelangannya, dalam 80 hari bersih, minus pelelangan, karena minimal memakan waktu 40 sampai 45 hari.
"Bagi kegiatan yang tidak mungkin kita laksanakan, jangan dipaksakan. Karena akan berpengaruh terhadap kinerja SKPD itu sendiri. Kita matikan dalam APBD Perubahan, nanti kita masukkan lagi dalam APBD 2016," kata Surya.
Surya menyesalkan, masih ada SKPD yang reali-sasinya masih 0,8 persen, tak pelak, kondisi ini dilaporkan kepada Bupati Suyatno. "0,8 persen Bina Marga.
Kita juga menye-salkan dan prihatin, rendahnya kinerja Bina Marga, akan saya laporkan kepada Pak Bupati, ini akan jadi pengkajian kita. Menjadi perhatian serius oleh kita terhadap Bina Marga," sesalnya.
Karena di SKPD Bina Marga dan Pengairan inilah menurutnya tertumpang ha-rapan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur. "Persoalan kita sekarangkan masih infrastruktur, pen-didikan, kesehatan. Makanya tadi kita tekankan kepada ketiga SKPD ini (ter-masuk Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang). Pendidikan (Dinas Pendidikan, red) juga saya minta tadi, sungguh-sungguhlah, kemudian kesehatan (Dinas Kese-hatan)," tambahnya.
Disamping itu, jika ada gedung-gedung yang belum fungsional, SKPD terkait di-minta untuk mencari penyebabnya, lalu ajukan dalam program, jangan didiamkan atau dibiarkan. "Karena penyakit gedung itu kelemahannya, apabila tidak dipakai, tiga tahun akan rusak.
Itu akan merugikan kita. Makanya saya minta tadi, cobalah kita himpun semua di 2016, ada gedung-gedung yang belum terpakai itu, kita fungsikan nanti," ujarnya.
Sementara itu, pihak ULP, Andesa Martias mengingatkan, terhitung 3 September, SKPD yang belum melengkapi dokumen lelang diminta mencek masa pelaksanaan proyek menjadi 60 sampai 70 hari kerja dan tidak bisa lagi 90 hari kerja. Sehingga, jika tidak memungkinkan untuk disele-saikan, kegiatan itu dimatikan saja, agar tidak mempengaruhi kinerja, karena selagi ada dalam APBD, wajib untuk di laksanakan.**
bangunan infrastruktur.
Rapat dipimpin Plt Sekda Surya Arfan, Kamis (3/8/2015) di Aula Bappeda, didampingi Sekretaris Bappeda, Joko Sulistio, pihak ULP, Andisa Martias, dihadiri semua pimpinan
SKPD. Ma-sing-masing realisasi SKPD dibedah, rata-rata, realisasi anggaran baru untuk gaji dan beberapa kegiatan penga-daan barang dan jasa.
Saat ini, realisasi menu-rut Surya sudah mencapai 37,5 persen dari angka Rp1,8 triliun. "Evaluasi realisasi APBD tahun 2015, capaian kita, dana yang telah kita laksanakan, yaitu 25,8 persen dari Rp2,7 trilun. Kalau dari Rp1,8 triliun, sudah mencapai 37,5 persen.
Rata-rata memang merea-li-sa-si-kan dananya baru untuk gaji. Kemudian beberapa kegiatan pengadaan barang dan jasa," ujar Surya, ketika diwawancara usai rapat.
Untuk belanja modal (fi-sik, red), ada sejumlah kegiatan yang sudah selesai lelangya, kemudian ada dalam proses pelelangan, dan memasukkan dokumen pelelangan. Sisa waktu yang lebih kurang tiga bulan ini, Surya minta SKPD segera menyelesaikan pelelangannya, dalam 80 hari bersih, minus pelelangan, karena minimal memakan waktu 40 sampai 45 hari.
"Bagi kegiatan yang tidak mungkin kita laksanakan, jangan dipaksakan. Karena akan berpengaruh terhadap kinerja SKPD itu sendiri. Kita matikan dalam APBD Perubahan, nanti kita masukkan lagi dalam APBD 2016," kata Surya.
Surya menyesalkan, masih ada SKPD yang reali-sasinya masih 0,8 persen, tak pelak, kondisi ini dilaporkan kepada Bupati Suyatno. "0,8 persen Bina Marga.
Kita juga menye-salkan dan prihatin, rendahnya kinerja Bina Marga, akan saya laporkan kepada Pak Bupati, ini akan jadi pengkajian kita. Menjadi perhatian serius oleh kita terhadap Bina Marga," sesalnya.
Karena di SKPD Bina Marga dan Pengairan inilah menurutnya tertumpang ha-rapan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur. "Persoalan kita sekarangkan masih infrastruktur, pen-didikan, kesehatan. Makanya tadi kita tekankan kepada ketiga SKPD ini (ter-masuk Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang). Pendidikan (Dinas Pendidikan, red) juga saya minta tadi, sungguh-sungguhlah, kemudian kesehatan (Dinas Kese-hatan)," tambahnya.
Disamping itu, jika ada gedung-gedung yang belum fungsional, SKPD terkait di-minta untuk mencari penyebabnya, lalu ajukan dalam program, jangan didiamkan atau dibiarkan. "Karena penyakit gedung itu kelemahannya, apabila tidak dipakai, tiga tahun akan rusak.
Itu akan merugikan kita. Makanya saya minta tadi, cobalah kita himpun semua di 2016, ada gedung-gedung yang belum terpakai itu, kita fungsikan nanti," ujarnya.
Sementara itu, pihak ULP, Andesa Martias mengingatkan, terhitung 3 September, SKPD yang belum melengkapi dokumen lelang diminta mencek masa pelaksanaan proyek menjadi 60 sampai 70 hari kerja dan tidak bisa lagi 90 hari kerja. Sehingga, jika tidak memungkinkan untuk disele-saikan, kegiatan itu dimatikan saja, agar tidak mempengaruhi kinerja, karena selagi ada dalam APBD, wajib untuk di laksanakan.**
| Editor | : | Ishaq.y.Ro |
| Kategori | : | Rohil |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham