Senin, 3 Agustus 2026

Breaking News

  • Di Hadapan IDI, Bupati Afni Pastikan Perjuangkan Hak Fiskal Siak untuk Kesejahteraan Tenaga Medis   ●   
  • Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Semarakkan Hari Jadi Ke-69 Riau dan HUT Ke-81 RI   ●   
  • Sempena Hari Jadi Bengkalis dan Sambut HUT RI, Bupati Kasmarni Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengguna Jalan   ●   
  • Raja Rambah dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, M.M. Paparkan Rencana Penataan Kompleks Makam dan Pembangunan Replika Istana   ●   
  • Puncak Hari Jadi ke-514 Bengkalis, LAMR Gelar Majelis Kenduri Adat Bersama Bupati Kasmarni   ●   
Tindak Lanjuti Konflik Lahan
Pemprov Riau Bentuk Satgas Terpadu Penanganan Konflik Lahan Antara Perusahaan dan Masyarakat
Senin 29 Januari 2024, 15:31 WIB
Asisten I Setdaprov Riau Zulkifli SyukuR

 Pemprov Riau Bentuk Satgas Terpadu Penanganan Konflik Lahan Antara Perusahaan dan Masyarakat

PEKANBARU - Pemprov Riau gerak cepat membahas pembentukan Tim Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Penanganan Konflik Lahan, untuk menindaklanjuti konflik lahan antara perusahaan dan masyarakat di Riau.

"Kita baru saja rapat pembentukan tim Satgas terpadu penanganan konflik lahan di riau. Tadi kita merumuskan tim ini yang nanti akan dibuat surat keputusan (SK)-nya oleh gubernur riau," kata Asisten I Setdaprov Riau Zulkifli Syukur, Senin (29/1/2024).

Ia mengatakan, tim terpadu tersebut lebih diperluas dengan melibatkan stakeholder terkait, seperti Polda Riau, Korem 031 Wirabima, Kejati Riau, BPN Riau, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Jadi tim ini akan kita matangkan terlebih dahulu untuk menentukan orang-orangnya, nanti akan ada rapat lanjutan sebelum SK tim diteken gubernur riau," sebutnya.

Lebih lanjut Zulkifli menjelaskan, tim terpadu tersebut nanti akan melakukan evaluasi dan inventarisasi perkebunan sawit di Riau yang berkonflik dengan masyarakat.

"Hal ini guna mencari solusi atas permasalahan yang ada. Seperti hak masyarakat sekitar perusahaan perkebunan sawit yang 20 persen itu. Kemudian perusahaan yang belum memiliki hak guna usaha (HGU) itu yang akan kita identifikasi," katanya.

"Dengan begitu kita harapkan kedepan tidak ada lagi konflik lahan perkebunan antara perusahaan dengan masyarakat. Dimana masyarakat menerima haknya dan perusahaan dapat bekerja dengan nyaman," pungkasnya.





Editor : TIS
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top