Rabu, 28 Januari 2026

Breaking News

  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
  • LAMR Kecamatan Sungai Apit, Lakukan Seminar Prosesi Adat Tepuk Tepung Tawar Pengantin. .2026    ●   
HUT Provinsi Riau ke-66 Tahun 2023
Anak-anak Teater Selembayung Diusir dari Paripurna Istimewa HUT ke-66 Riau, Saat Kedatangan Gubri
Kamis 10 Agustus 2023, 10:46 WIB

RIAUMADANI. COM. PEKANBARU – Anak-anak jadi korban aksi tak berbudaya berupa pengusiran dari area sidang paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau dalam rangka HUT ke-66 Riau, Rabu (9/8/2023).

Anak - anak itu merupakan pemeran teater budaya dengan judul "Opera Tun Fatimah" dari Lembaga Teater Selembayung Pekanbaru.

Aksi pengusiran dilakukan saat kedatangan Gubernur Riau bersama rombongan. Padahal saat itu, mereka sedang beraksi, namun tiba-tiba dihentikan dan disuruh keluar dari ruangan paripurna.

''Kami seharusnya pentas di acara inti sidang paripurna setelah tari persembahan," kata Sutradara sekaligus Pimpinan Teater Selembayung, Fedli Aziz kepada GoRiau.com, Kamis (10/8/2023).

Dikatakannya, beberapa hari sebelum acara, pihak Selembayung diminta untuk tampil lebih awal. Namun Fedli menolak dengan mengatakan, "Untuk apa kami tampil hanya ditonton jejeran kursi kosong?''.

Kejadian itu akhirnya memuncak pada hari pelaksanaan, dimana saat pertunjukan sudah dimulai sekitar 10 menit tiba-tiba dihentikan dengan alasan kedatangan Gubernur Riau.

Penghentian ini membuat aktor cilik yang sudah menantikan kesempatan bermain di depan tamu-tamu penting merasa sangat kecewa. "Mereka tadinya begitu bahagia bisa pentas di ruangan mewah dan ditonton banyak orang dewasa," ungkap Fredli dengan nada sedih.

Ironisnya, setelah para aktor dan anak-anak diusir, rombongan gubernur baru memasuki ruangan lebih dari 20 menit kemudian. Sementara pertunjukan sebenarnya tinggal 5 menit lagi sebelum aksi pengusiran.

Penampilan teater Selembayung mementaskan "Opera Tun Fatimah", yang juga melibatkan anak-anak sekolah dasar. Opera itu mengisahkan arogansi Mahmud I yang merenggut nyawa keluarga Tun Fatimah pada abad ke-16.

Peristiwa ini bertolak belakang dengan visi Riau yang akan memajukan kebudayaan serta sudah memasukkan kurikulum kebudayaan Melayu Riau ke sekolah - sekolah hingga perguruan tinggi.  (Rls)




Editor : Tis
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top