Dana Sertifikasi
Poto int
Disidik Potong Dana Sertifikasi Hingga Rp11 Juta, Sejumlah Guru Melapor ke Komisi III DPRD
Senin 22 Juni 2015, 08:28 WIB
Poto int
PEKANBARU, Riaumadani. com - Puluhan guru(PNS)yang menerima dana sertifikasi mendatangi Komisi III DPRD Kota Pekanbaru untuk melaporkan pemotongan dan adanya guru tidak menerima uang sertifikasi sama sekali dari Dinas Pendidikan. Para guru mengaku hanya karena sakit, dana sertifikasi dipotong hingga Rp11 juta.
Kedatangan para guru ini disambut Ketua Komisi III Ir Nofrizal MM bersama anggota Romi Sinaga, Aidil Amril dan Tarmizi Muhammad, Senin [22/6/2015]. Salah seorang guru dalam dialognya bersama Komisi III mengeluhkan kebijakan pemotongan dana sertifikasi mulai dari Rp6 juta hingga Rp11 Juta.
"Jujur saja, kami tidak tahu dengan adanya aturan pemotongan dana sertifikasi. Kalau kami tahu tak mungkin kami mengadu ke dewan," katanya.
Bahkan para guru yang tak mau disebutkan namanya juga mengaku tidak menerima satu sen pun dana sertifikasi karena dirinya pada saat itu berhalangan sakit satu hari pada Januari lalu. Kemudian dia sakit satu hari lagi pada Februari dan sakit lagi pada Maret.
"Artinya saya sakit 3 kali dalam tiga bulan, namun akhirnya saya tidak menerima uang sertifikasi sebesar Rp11 juta. Tidak ada aturan yang disampaikan kepada guru tentang adanya pemotongan. Kami mengharapkan agar persoalan ini bisa terselesaikan oleh Komisi III," ujarnya
Anggota Komisi III Jhon Romi Sinaga menanggapi masalah tersebut mengatakan, pihaknya melihat ada komunikasi yang kurang antara Dinas Pendidikan dengan guru tentang pemotongan sertifikasi tersebut. Pihaknya akan menjembatani masalah tersebut dengan memanggil Dinas Pendidikan untuk melakukan klarifikasi. "Kami memang tidak tahu aturannya seperti apa," ujar Romi.
Hal senada juga disampaikan anggota Komisi III Aidil Amri, pihaknya akan mempertanyakan tidak adanya koorndinasi antara dinas dengan guru terkait pemotongan dana sertifikasi. "Bila perlu hal ini nanti akan kami pertanyakan ke Kemen PAN atau Kemendikbud agar persoalan ini jelas," ujar Aidil Amri.
Ketua Komisi IIIÂ Ir Nofrizal MM mengaku tidak tahu petunjuk teknis persoalan pemotongan tunjangan sertifikasi. Dia sendiri mengatakan sudah mengkonfirmasi kepada dinas terkait.
"Jadi menurut Diknas, guru itu mengajar 24 jam dalam seminggu. Artinya tidak ada aturan terus menerus guru tersebut mengajar. Kalau guru tersebut mendapat musibah kecelakaan bagaimana, suaminya meninggal bagaimana, apakah mereka dipaksa terus untuk mengajar, kan ada solusinya yang bisa dibuat. Kami menilai ada kebijakan dibuat sendiri tanpa ada koordinasi dengan dewan. Kalau Juknisnya, tidak aturan yang mengatakan adanya pemotongan, seharusnya pemotongan itu harus dibicarakan dulu," sebut Nofrizal.
Sebelumnya Kadis Pendidikan Kota Pekanbaru Prof. Zulfadil mengatakan ada kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan. Sehingga para guru penerima sertifikasi harus diverifikasi ulang untuk menilai sejauh mana tingkat kedisiplinan dan loyalitas.**
Kedatangan para guru ini disambut Ketua Komisi III Ir Nofrizal MM bersama anggota Romi Sinaga, Aidil Amril dan Tarmizi Muhammad, Senin [22/6/2015]. Salah seorang guru dalam dialognya bersama Komisi III mengeluhkan kebijakan pemotongan dana sertifikasi mulai dari Rp6 juta hingga Rp11 Juta.
"Jujur saja, kami tidak tahu dengan adanya aturan pemotongan dana sertifikasi. Kalau kami tahu tak mungkin kami mengadu ke dewan," katanya.
Bahkan para guru yang tak mau disebutkan namanya juga mengaku tidak menerima satu sen pun dana sertifikasi karena dirinya pada saat itu berhalangan sakit satu hari pada Januari lalu. Kemudian dia sakit satu hari lagi pada Februari dan sakit lagi pada Maret.
"Artinya saya sakit 3 kali dalam tiga bulan, namun akhirnya saya tidak menerima uang sertifikasi sebesar Rp11 juta. Tidak ada aturan yang disampaikan kepada guru tentang adanya pemotongan. Kami mengharapkan agar persoalan ini bisa terselesaikan oleh Komisi III," ujarnya
Anggota Komisi III Jhon Romi Sinaga menanggapi masalah tersebut mengatakan, pihaknya melihat ada komunikasi yang kurang antara Dinas Pendidikan dengan guru tentang pemotongan sertifikasi tersebut. Pihaknya akan menjembatani masalah tersebut dengan memanggil Dinas Pendidikan untuk melakukan klarifikasi. "Kami memang tidak tahu aturannya seperti apa," ujar Romi.
Hal senada juga disampaikan anggota Komisi III Aidil Amri, pihaknya akan mempertanyakan tidak adanya koorndinasi antara dinas dengan guru terkait pemotongan dana sertifikasi. "Bila perlu hal ini nanti akan kami pertanyakan ke Kemen PAN atau Kemendikbud agar persoalan ini jelas," ujar Aidil Amri.
Ketua Komisi IIIÂ Ir Nofrizal MM mengaku tidak tahu petunjuk teknis persoalan pemotongan tunjangan sertifikasi. Dia sendiri mengatakan sudah mengkonfirmasi kepada dinas terkait.
"Jadi menurut Diknas, guru itu mengajar 24 jam dalam seminggu. Artinya tidak ada aturan terus menerus guru tersebut mengajar. Kalau guru tersebut mendapat musibah kecelakaan bagaimana, suaminya meninggal bagaimana, apakah mereka dipaksa terus untuk mengajar, kan ada solusinya yang bisa dibuat. Kami menilai ada kebijakan dibuat sendiri tanpa ada koordinasi dengan dewan. Kalau Juknisnya, tidak aturan yang mengatakan adanya pemotongan, seharusnya pemotongan itu harus dibicarakan dulu," sebut Nofrizal.
Sebelumnya Kadis Pendidikan Kota Pekanbaru Prof. Zulfadil mengatakan ada kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan. Sehingga para guru penerima sertifikasi harus diverifikasi ulang untuk menilai sejauh mana tingkat kedisiplinan dan loyalitas.**
| Editor | : | TIM.grc |
| Kategori | : | Pendidikan |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham