Senin, 3 Agustus 2026

Breaking News

  • Di Hadapan IDI, Bupati Afni Pastikan Perjuangkan Hak Fiskal Siak untuk Kesejahteraan Tenaga Medis   ●   
  • Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Semarakkan Hari Jadi Ke-69 Riau dan HUT Ke-81 RI   ●   
  • Sempena Hari Jadi Bengkalis dan Sambut HUT RI, Bupati Kasmarni Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengguna Jalan   ●   
  • Raja Rambah dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, M.M. Paparkan Rencana Penataan Kompleks Makam dan Pembangunan Replika Istana   ●   
  • Puncak Hari Jadi ke-514 Bengkalis, LAMR Gelar Majelis Kenduri Adat Bersama Bupati Kasmarni   ●   
DLH Meranti Akan Sidak Kilang Sagu Terkait Limbahnya, Jika 3 Bulan Tidak Dibenahi Langsung di Segel
Senin 18 Juli 2022, 21:40 WIB
Kabid Lingkungan Hidup, Fera Witami, Selasa (18/7/2022). menatakan Pihaknya akan melakukan pengawasan serta evaluasi atas persoalan limbah dari Pabrik Sagu.

SELATPANJANG - Terkait dengan kenakalan pengusaha kilang sagu di Kabupten Kepulauan Meranti yang telah membuang limbah sembarangan keperairan sungai dengan merusak ekosistem alam yang dapat mengakibatkan percemaran lingkungan tenjadi di Desa Darul Takzim dan Desa Maini, Kecamatan TebingTinggi Barat.

Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Meranti, melalui Kabid Lingkungan Hidup, Fera Witami, Selasa (18/7/2022). Pihaknya akan melakukan pengawasan serta evaluasi atas persoalan limbah tersebut.

"Kita akan turun kelapangan untuk melakukan pengawasan dan pengecekan langsung, apabila hal itu benar, kita akan buat surat perjanjian dengan pengusaha tersebut dan kita beri waktu selama 3 bulan untuk melakukan pembenahan, jika tidak dilakukan pembenahan nya akan langsung kita segel kilang sagunya,"ujar Fera dengan tegas.

Meski hal itu menjadi tanggung jawab dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Meranti yaitu terkait fungsi dan pengawasan persoalan limbah sagu, namun anehnya pihak Dinas samasekali tidak menganggarkan anggaran tersebut, padahal pengawasan dan pengendalian limbah sagu ini sangat penting, dimana sangat mengancam ekosistem alam dilingkungan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Fera,"sebenarnya permasalahan limbah kilang sagu ini sudah lama, kita mendapatkan laporan dari keluh kesah masyarakat, namun kendala kita pada anggaran untuk melakukan pengawasan nya, karena anggaran kita tidak ada saat ini, tapi mungkin ya sudah dianggarkan untuk GU nya,"ungkapnya.

Untuk diketahui Kabupten Kepulauan Meranti sudah terkenal dengan penghasil sagu terbaik di Indonesia bahkan di Dunia. Akan tetapi ternyata terkait masalah limbah yang dihasilkan dari pengelolaan sagu tersebut belum bisa dikelola dengan baik. Pengusaha kilang sagu masih tetap membuang limbah sagu keperairan sungai sehingga menjadi ancaman kerusakan lingkungan hidup sampai saat ini. (Ijl)




Editor : Tis
Kategori : Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top