Selasa, 4 Agustus 2026

Breaking News

  • Di Hadapan IDI, Bupati Afni Pastikan Perjuangkan Hak Fiskal Siak untuk Kesejahteraan Tenaga Medis   ●   
  • Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Semarakkan Hari Jadi Ke-69 Riau dan HUT Ke-81 RI   ●   
  • Sempena Hari Jadi Bengkalis dan Sambut HUT RI, Bupati Kasmarni Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengguna Jalan   ●   
  • Raja Rambah dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, M.M. Paparkan Rencana Penataan Kompleks Makam dan Pembangunan Replika Istana   ●   
  • Puncak Hari Jadi ke-514 Bengkalis, LAMR Gelar Majelis Kenduri Adat Bersama Bupati Kasmarni   ●   
Kenapa Idul Adha di Indonesia Beda Dengan Arab Saudi, Ini Penjelasan Urais dan Binsyar
Senin 04 Juli 2022, 10:53 WIB

JAKARTA - Penetapan hari raya Idul Adha 1443 H di Arab Saudi dan Indonesia berbeda 1 hari. Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) melalui sidang isbat menetapkan Idul Adha di Indonesia jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022. Lain halnya dengan Arab Saudi yang menetapkan 10 Zulhijah 1443 H jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022.

Lantas, mengapa hal demikian dapat terjadi?

Penyebab Perbedaan Waktu Idul Adha di Indonesia dan Arab Saudi
Terkait perbedaan waktu tersebut, Adib selaku Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kementerian Agama memberikan penjelasan. Menurutnya, perbedaan waktu tersebut disebabkan karena letak Arab Saudi yang lebih condong ke barat dari Indonesia.

"Waktu di Indonesia lebih cepat 4 jam, sehingga hilal justru mungkin terlihat di Arab Saudi," terang Adib sebagaimana dikutip dari situs resmi Kemenag pada Minggu (3/7/2022).

Semakin ke arah barat dan bertambahnya waktu, maka posisi hilal akan semakin tinggi dan mudah dilihat. Letak geografis Arab Saudi berada di sebelah barat Indonesia, sehingga posisi hilal di Arab Saudi lebih tinggi di tanggal yang sama.

"Jadi kurang tepat jika memahami karena Indonesia lebih cepat 4 jam dari Arab Saudi, maka Indonesia mestinya melaksanakan hari raya Idul Adha 1443 H juga lebih awal. Jelas pemahaman ini kurang tepat," sambung Adib.

Selain itu, Adib menjelaskan berdasarkan data hisab pada akhir Zulkaidah 1443 H, ketinggian hilal di Indonesia antara 0 derajat 53 menit sampai 3 derajat 13 menit dengan elongasi antara 4,27 derajat sampai 4,97 derajat.

"Sementara pada tanggal yang sama, posisi hilal di Arab Saudi lebih tinggi dengan posisi yang ada di Indonesia. Jadi kemungkinan hilal terlihat di Arab Saudi sangat besar," tambah mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini.

Jadi, itulah mengapa hari raya Idul Adha 1443 H di Indonesia berbeda 1 hari dengan Arab Saudi. Letak geografis jadi faktor utama yang menyebabkan perbedaan waktu antara keduanya.

Simak Video "Arab Saudi Resmi Cabut Larangan Warganya Bepergian ke Indonesia" (**)

 




Editor : Tis
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top