Berhasil Jaga Rimbo Larangan Raih Kalpataru
Penghargaan Kalpataru
Lembaga Adat Teratak Air Hitam Kuansing Raih Kalpataru 2014
Jumat 06 Juni 2014, 01:08 WIB
Penghargaan Kalpataru
TELUK KUANTAN. Riaumadani.com - Lembaga Adat Kenegerian Teratak Air Hitam, Kecamatan Sentajo Raya, Kuantan Singingi, meraih penghargaan Kalpataru 2014, karena berhasil mempertahankan ekosistem Rimbo Larangan seluas 78,5 hektar. Penghargaan Kalpataru ini diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta, Kamis (5/6/2014).
Lembaga Adat Kenegerian Teratak Air Hitam ini dipimpin 4 datuk, yakni Datuk Penghulu Sinaro (Suku Chaniago, dipegang Suardiman), DatuK Penghulu Kayo (Suku Pitopang, dipegang Jasmadi), Datuk Penghulu Mangkuto (Suku Melayu, dipegang Ulil Amri), Datuk Penghulu Rajo (Suku Piliang, dipegang Yasmuni).
Rimbo larangan Kenegerian Teratak Air Hitam yang memiliki luas sekitar 78,5 hektar tersebut berada di bawah pengawasan adat dan tidak dibenarkan mengambil kayu, apalagi merusak tumbuhan yang ada di dalamnya. Bagi masyarakat yang mengambil kayu maka akan dikenakan sanksi adat.
"Jadi tidak sembarangan bisa melakukan penebangan hutan atau mengambil kayunya," kata Camat Sentajo Rya Andika Putra, SSos, Rabu (4/6/2014).
Dikatakan Andika, meski aturannya tidak tertulis, namun larangan menebang kayu di Rimbo Larangan dipatuhi warga secara turun-temurun. "Lembaga Adat menyelamatkan hutan secara adat istiadat, yang dipatuhi anak-cucu kemenakan dengan tidak merusak ekosistem," paparnya.
Sementara Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Kuantan Singingi Dr Drs Agus Mandar melalui Kabid Pengembangan Konservasi Kehutanan (PKK) Samsir Alam, SP, di ruang kerjanya, menyebutkan, dengan menjaga hutan, Lembga Adat Kenegerian Teratak Air Hitam telah menjaga kelestarian sumber air.
"Kalpataru ini merupakan yang kedua diterima Kuansing, karena pada 2007-2008 lalu juga menerima Kalpataru karena berhasil menjaga 400 hektar rimbo larangan di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah," ujarnya.**
Lembaga Adat Kenegerian Teratak Air Hitam ini dipimpin 4 datuk, yakni Datuk Penghulu Sinaro (Suku Chaniago, dipegang Suardiman), DatuK Penghulu Kayo (Suku Pitopang, dipegang Jasmadi), Datuk Penghulu Mangkuto (Suku Melayu, dipegang Ulil Amri), Datuk Penghulu Rajo (Suku Piliang, dipegang Yasmuni).
Rimbo larangan Kenegerian Teratak Air Hitam yang memiliki luas sekitar 78,5 hektar tersebut berada di bawah pengawasan adat dan tidak dibenarkan mengambil kayu, apalagi merusak tumbuhan yang ada di dalamnya. Bagi masyarakat yang mengambil kayu maka akan dikenakan sanksi adat.
"Jadi tidak sembarangan bisa melakukan penebangan hutan atau mengambil kayunya," kata Camat Sentajo Rya Andika Putra, SSos, Rabu (4/6/2014).
Dikatakan Andika, meski aturannya tidak tertulis, namun larangan menebang kayu di Rimbo Larangan dipatuhi warga secara turun-temurun. "Lembaga Adat menyelamatkan hutan secara adat istiadat, yang dipatuhi anak-cucu kemenakan dengan tidak merusak ekosistem," paparnya.
Sementara Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Kuantan Singingi Dr Drs Agus Mandar melalui Kabid Pengembangan Konservasi Kehutanan (PKK) Samsir Alam, SP, di ruang kerjanya, menyebutkan, dengan menjaga hutan, Lembga Adat Kenegerian Teratak Air Hitam telah menjaga kelestarian sumber air.
"Kalpataru ini merupakan yang kedua diterima Kuansing, karena pada 2007-2008 lalu juga menerima Kalpataru karena berhasil menjaga 400 hektar rimbo larangan di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah," ujarnya.**
| Editor | : | Laporan : Marjan/rtc |
| Kategori | : | Kuansing |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham