Menuju pala dunia 2014
Wanita dan Bola Piala Dunia
Wanita di Balik Bola Piala Dunia 2014
Rabu 04 Juni 2014, 06:52 WIB
Wanita dan Bola Piala Dunia
JAKARTA. Riaumadani..com - Wanita ini tidak tahu siapa Lionel Messi dan negaranya tidak ikut bermain. Namun, ibu lima anak Gulshan Bibi tidak sabar menunggu Piala Dunia 2014 karena dia turut membantu membuat Brazuca yang merupakan bola resmi untuk ajang akbar tersebut.
Mulainya Piala Dunia akan ditandai dengan laga antara tuan rumah Brasil melawan Kroasia di Sao Paolo pada 12 Juni. Ada kemungkinan mereka akan menggunakan bola yang dibuat oleh Gulshan dan rekan-rekannya di pabrik Forward Sports di Sialkot, kota sebelah timur Pakistan.
"Saya tidak sabar menanti Piala Dunia dan Insya Allah kita akan menonton pertandingan. Bola yang kita buat akan digunakan dan semua wanita yang bekerja di sini sangat bangga,' kata Gulshan kepada AFP.
Pakistan yang menggilai kriket tentu tidak memiliki banyak pemain sepak bola. Negara ini berada di urutan 159 peringkat dunia FIFA. Akan tetapi, kota Sialkot memiliki sejarah panjang manufaktur bola kelas atas.
Forward Sports telah bekerja sama dengan Adidas sejak tahun 1995 dan menyediakan bola ke beberapa kompetisi sepak bola top dunia, termasuk Liga Champions, Bundesliga Jerman, dan sekarang Piala Dunia.
Pada awalnya, seorang tukang sepatu pernah diminta untuk memperbaiki bola yang tertusuk di era kolonial tentara Inggris. Dia kemudian mempelajari bagaimana membuat bola. Maka dimulailah sebuah usaha bisnis yang sukses yang melahirkan sebuah industri. Namun, skandal pekerja anak di tahun 1990-an membuat usahanya nyaris tenggelam.
Sekarang, merek internasional seperti Adidas bekerja sama dengan pabrik-pabrik dan LSM untuk menegakkan pemeriksaan ketat untuk mencegah anak-anak bekerja menjahit bola. Di Forward Sports, pekerja harus memperlihatkan kartu tanda penduduk untuk membuktikan bahwa dia berusia di 18 tahun ke atas.
Teknologi tinggi
Pabrik Forward Sports berdiri sejauh "tendangan bebas" dari debu dan kekacauan Grand Trunk Road, jalan raya kuno yang melintasi benua sepanjang jalan Kolkata.
Berbeda dengan pemandangan jalan yang kacau dengan suara truk barang kuno yang memekak telinga, gerobak keledai, dan sepeda motor kelebihan beban yang bergerak menghindari lubang, di dalam pabrik justru terlihat pemandangan sebaliknya, ada ketertiban dan efisiensi.
Di baris produksi Brazuca, wanita berjilbab, beberapa dengan wajah tertutup cadar, terlihat bekerja dengan cekatan. Mereka mulai dengan memotong pola berbentuk baling-baling putih datar dari bahan polyurethane, menambahkan warna-warna cerah khas Brazuca lalu mengelemnya ke bola.
Jahitan kemudian diberi lapisan khusus dan bola dipanaskan serta dikompresi dalam penjepit bola untuk memberikan bentuk yang pas. Seluruh proses memakan waktu 40 menit - kecepatan sangat penting untuk mencegah kotoran masuk ke bola - dan pabrik dapat menghasilkan sampai 100 bola per jam.
Ini terbilang sebuah proses berteknologi tinggi di negara Pakistan karena sebagian besar tenaga kerja tidak terampil dan berpendidikan rendah, hanya sekitar setengah dari populasi dapat membaca dan menulis.
"Kami merekrut pekerja tidak terampil dan melatih mereka. Ini adalah pekerjaan yang tidak tersedia di tempat lain. Anda harus mendapatkan seseorang yang memiliki sikap yang baik dan melatih mereka," kata CEO Forward Sports Khawaja Masood Akhtar.
Sebanyak 90 persen dari mereka yang bekerja membuat Brazuca adalah perempuan. Sesuatu yang tidak biasa di Pakistan karena wanita biasanya diharapkan tinggal di rumah dengan keluarga. Namun, Akhtar mengatakan bahwa mereka lebih rajin dan teliti daripada rekan-rekan pria mereka. **.
Mulainya Piala Dunia akan ditandai dengan laga antara tuan rumah Brasil melawan Kroasia di Sao Paolo pada 12 Juni. Ada kemungkinan mereka akan menggunakan bola yang dibuat oleh Gulshan dan rekan-rekannya di pabrik Forward Sports di Sialkot, kota sebelah timur Pakistan.
"Saya tidak sabar menanti Piala Dunia dan Insya Allah kita akan menonton pertandingan. Bola yang kita buat akan digunakan dan semua wanita yang bekerja di sini sangat bangga,' kata Gulshan kepada AFP.
Pakistan yang menggilai kriket tentu tidak memiliki banyak pemain sepak bola. Negara ini berada di urutan 159 peringkat dunia FIFA. Akan tetapi, kota Sialkot memiliki sejarah panjang manufaktur bola kelas atas.
Forward Sports telah bekerja sama dengan Adidas sejak tahun 1995 dan menyediakan bola ke beberapa kompetisi sepak bola top dunia, termasuk Liga Champions, Bundesliga Jerman, dan sekarang Piala Dunia.
Pada awalnya, seorang tukang sepatu pernah diminta untuk memperbaiki bola yang tertusuk di era kolonial tentara Inggris. Dia kemudian mempelajari bagaimana membuat bola. Maka dimulailah sebuah usaha bisnis yang sukses yang melahirkan sebuah industri. Namun, skandal pekerja anak di tahun 1990-an membuat usahanya nyaris tenggelam.
Sekarang, merek internasional seperti Adidas bekerja sama dengan pabrik-pabrik dan LSM untuk menegakkan pemeriksaan ketat untuk mencegah anak-anak bekerja menjahit bola. Di Forward Sports, pekerja harus memperlihatkan kartu tanda penduduk untuk membuktikan bahwa dia berusia di 18 tahun ke atas.
Teknologi tinggi
Pabrik Forward Sports berdiri sejauh "tendangan bebas" dari debu dan kekacauan Grand Trunk Road, jalan raya kuno yang melintasi benua sepanjang jalan Kolkata.
Berbeda dengan pemandangan jalan yang kacau dengan suara truk barang kuno yang memekak telinga, gerobak keledai, dan sepeda motor kelebihan beban yang bergerak menghindari lubang, di dalam pabrik justru terlihat pemandangan sebaliknya, ada ketertiban dan efisiensi.
Di baris produksi Brazuca, wanita berjilbab, beberapa dengan wajah tertutup cadar, terlihat bekerja dengan cekatan. Mereka mulai dengan memotong pola berbentuk baling-baling putih datar dari bahan polyurethane, menambahkan warna-warna cerah khas Brazuca lalu mengelemnya ke bola.
Jahitan kemudian diberi lapisan khusus dan bola dipanaskan serta dikompresi dalam penjepit bola untuk memberikan bentuk yang pas. Seluruh proses memakan waktu 40 menit - kecepatan sangat penting untuk mencegah kotoran masuk ke bola - dan pabrik dapat menghasilkan sampai 100 bola per jam.
Ini terbilang sebuah proses berteknologi tinggi di negara Pakistan karena sebagian besar tenaga kerja tidak terampil dan berpendidikan rendah, hanya sekitar setengah dari populasi dapat membaca dan menulis.
"Kami merekrut pekerja tidak terampil dan melatih mereka. Ini adalah pekerjaan yang tidak tersedia di tempat lain. Anda harus mendapatkan seseorang yang memiliki sikap yang baik dan melatih mereka," kata CEO Forward Sports Khawaja Masood Akhtar.
Sebanyak 90 persen dari mereka yang bekerja membuat Brazuca adalah perempuan. Sesuatu yang tidak biasa di Pakistan karena wanita biasanya diharapkan tinggal di rumah dengan keluarga. Namun, Akhtar mengatakan bahwa mereka lebih rajin dan teliti daripada rekan-rekan pria mereka. **.
| Editor | : | Sumber ; Kompas.com |
| Kategori | : | Hiburan |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 08 Februari 2026, 08:28 WIB
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Politik

Selasa 09 Juni 2026, 06:40 WIB
Polres Rohul Gelar Upacara PTDH Dua Personelnya, AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si : Jadikan Ini Pelajaran untuk Menjaga Integritas
Selasa 02 Juni 2026
Wabup Bengkalis: Pancasila Bintang Penuntun Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Senin 01 Juni 2026
Memaknai Hari Lahir Pancasila, Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman Riau
Senin 18 Mei 2026
Marjeni, SE.MM: Badan Pekerja Pelestarian Cagar Budaya Membantu Pemerintah Kabupaten Rohul Menginventarisir Semua Kawasan Cagar Budaya se-Rokan Hulu Beserta Statusnya
Nasional
.png)
Selasa 16 Juni 2026, 06:49 WIB
Mendagri Minta Pemda Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Selasa 16 Juni 2026
Mendagri Minta Pemda Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Jumat 12 Juni 2026
Ribuan Massa Mahasiswa UI Berangkat ke Bundaran HI, Bawa Tuntutan Ekonomi dan Lapangan Kerja
Jumat 12 Juni 2026
Pembengkakan Titik MBG Capai Ribuan Unit, Zulhas Sebut Potensi Kerugian Rp1 Triliun per Bulan
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Minggu 07 Juni 2026, 16:37 WIB
Tim Kuasa Hukum AW Siapkan Serangan Balik, Keterangan Saksi Mahkota Akan Diuji
Minggu 07 Juni 2026
Tim Kuasa Hukum AW Siapkan Serangan Balik, Keterangan Saksi Mahkota Akan Diuji
Kamis 28 Mei 2026
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Selasa 26 Mei 2026
Salat Idul Adha 1447H Akan Digelar di 349 Titik di Pekanbaru dan Dua Titik Lokasi Utama