Lengserkan Jokowi
Kampanye PDIP pada Pemilu 2014
Kader PDIP Ikuti Mahasiswa Tumbangkan Jokowi
Jumat 27 Maret 2015, 04:37 WIB
Kampanye PDIP pada Pemilu 2014
JAKARTA. Riaumadani. com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan [PDIP] akan mengikuti arus gerakan mahasiswa yang menginginkan Jokowi jatuh dari kekuasaannya.
"Saya berpendapat bahwa dalam beberapa waktu ke depan banyak kader PDIP yang berani secara terbuka mengkritik Presiden Jokowi karena Kondisi seperti itu diperkuat semakin meluasnya tuntutan mahasiswaa untuk menumbangkan Jokowi," kata pengamat politik Renaissance Foundation, Amir Hamzah kepada intelijen, Senin [23/3/2015].
Kata Amir, ada indikasi kuat bahwa kepercayaan Megawati kepada Jokowi semakin merosot sehingga sengaja membiarkan kader-kadernya mengkritik Jokowi secara vulgar dan terbuka. "Hal tentu memperkuat perkiraan publik bahwa indikasi untuk melengserkan Jokowi sudah mendekati saatnya," paparnya.
Menurut Amir, banyak kader PDIP yang mengakui ternyata mereka telah salah pilih.
"Sikap sadar telah salah pilih inilah yang menyebabkan sudah mulai banyak kader PDIP yg berani secara terbuka melontarkan kritik kepada Jokowi yang pencitraannya dengan melakukan kebohongan baru untuk menutupi kebohongan sebelumnya,"paparnya.
Selain itu, kata Muslim para kader PDIP melihat Jokowi banyak dipengaruhi neo marxisme dan leninisme yang bertentangan dengan semangat dari ideologi partai berlambang Banteng Moncong Putih.
"Saya melihat bahwa masih terdapat kader PDIP yang punya semangat nasionalisme tinggi dan belum terpengaruh dengan pemikiran neo marxisme dan leninisme yg talah lama menggejala di lingkungan partai pimpinan Megawati tersebut," jelas Amir.
Amir menegaskan, Ketidakpastian melantik BG sebagai Kapolri besar kemungkinan akan timbulkan masalah baru.
"BG pasti akan bereaksi secara terbuka. Apalagi sudah jadi rahasia umum bahwa BG punya banyak bukti kecurangan Jokowi-Jk dalam pilpres lalu. Bila ini benar dan BG mau membuka ke publik pasti hal ini akan jadi malapetaka besar terhadap legiitimasi Jokowi-JK," pungkasnya.**
"Saya berpendapat bahwa dalam beberapa waktu ke depan banyak kader PDIP yang berani secara terbuka mengkritik Presiden Jokowi karena Kondisi seperti itu diperkuat semakin meluasnya tuntutan mahasiswaa untuk menumbangkan Jokowi," kata pengamat politik Renaissance Foundation, Amir Hamzah kepada intelijen, Senin [23/3/2015].
Kata Amir, ada indikasi kuat bahwa kepercayaan Megawati kepada Jokowi semakin merosot sehingga sengaja membiarkan kader-kadernya mengkritik Jokowi secara vulgar dan terbuka. "Hal tentu memperkuat perkiraan publik bahwa indikasi untuk melengserkan Jokowi sudah mendekati saatnya," paparnya.
Menurut Amir, banyak kader PDIP yang mengakui ternyata mereka telah salah pilih.
"Sikap sadar telah salah pilih inilah yang menyebabkan sudah mulai banyak kader PDIP yg berani secara terbuka melontarkan kritik kepada Jokowi yang pencitraannya dengan melakukan kebohongan baru untuk menutupi kebohongan sebelumnya,"paparnya.
Selain itu, kata Muslim para kader PDIP melihat Jokowi banyak dipengaruhi neo marxisme dan leninisme yang bertentangan dengan semangat dari ideologi partai berlambang Banteng Moncong Putih.
"Saya melihat bahwa masih terdapat kader PDIP yang punya semangat nasionalisme tinggi dan belum terpengaruh dengan pemikiran neo marxisme dan leninisme yg talah lama menggejala di lingkungan partai pimpinan Megawati tersebut," jelas Amir.
Amir menegaskan, Ketidakpastian melantik BG sebagai Kapolri besar kemungkinan akan timbulkan masalah baru.
"BG pasti akan bereaksi secara terbuka. Apalagi sudah jadi rahasia umum bahwa BG punya banyak bukti kecurangan Jokowi-Jk dalam pilpres lalu. Bila ini benar dan BG mau membuka ke publik pasti hal ini akan jadi malapetaka besar terhadap legiitimasi Jokowi-JK," pungkasnya.**
| Editor | : | Inte4lijen |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham