HUKUM.
Komnas PA Riau Sorot Dugaan Penelantaran Anak Di Pelalawan
Selasa 16 Maret 2021, 06:52 WIB
Ketua Komnas PA Propinsi Riau Dewi Arisanty
RIAUMADANI. COM - Kasus dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang telah dilaporkan di Polres Pelalawan, menyita perhatian semua pihak. Salah satunya Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (Komnas PA) Propinsi Riau, sebab dalam kasus tersebut juga telah terjadi dugaan Penerlantaran anak oleh terlapor.
Ketua Komnas PA Propinsi Riau Dewi Arisanty yang dikonfirmasi melalui telefon pada Selasa (16/3/2021) menyampaikan, Itdayani istri siri terlapor (Rusdianto) korban KDRT sudah membuat laporan polisi di Polres Pelalawan. Laporannya itu sedang diproses. Kalau nantinya tidak diproses, akan kita pertanyakan di Polres Pelalawan, tegasnya.
Dijelaskan ketua Komnas PA Propinsi Riau itu, sebenarnya Komnas PA hanya berpegang pada kasus penerlantaran anak. Masalah KDRT, diluar kewenangan Komnas PA. Namun dengan terjadinya kasus KDRT itu, makanya terjadil masalah lain seperti penerlantaran anak. Itu menjadi bahan pertimbangan bagi Komnas PA untuk menindak lanjuti kasus tersebut, ucapnya.
Dikatakan Dewi, penerlantaran anak yang dimaksud seperti tidak memberi nafkah, tidak mempedulikan anak, bahkan sampai hari ini terlapor tidak mengakui sebagai anaknya. Terlapor juga, tidak berusaha memberi rumah yang layak buat anak-anaknya dari hasil pernikahannya dengan Itdayani. Sekarang korban itu tinggal sama orang tuanya, katanya.
Dewi menegaskan lagi, proses hukum atas laporan dari Itdayani itu harus tetap ditindak lanjuti. Apa lagi kemarin keluarga terlapor menganggap mereka kebal hukum, dan seolah-olah Komnas PA juga bisa dijengkali mereka dengan nilai-nilai ukur mereka. Maka itu proses hukumnya diminta diproses dengan benar oleh Polres Pelalawan, pintanya dengan tegas.
Dewi lagi, kasus penerlantaran anak merupakan perhatian serius oleh Komnas PA. Kenapa, anak membutuhkan tanggung jawabnya seorang bapak, baik sandang maupun pangan dan segala macam. Anak itu masih membutuhkan nutri gizi untuk pertumbuhannya, ujarnya memaparkan.
"Saya berharap kasus itu tetap diproses oleh Polres Pelalawan dan kalau bisa terlapor segera ditetapkan tersangka dan ditangkap atas kasus KDRT yang telah terjadi. Kan sudah ada bukti visum dan bukti-bukti lainnya gitu lho. Jadi, apa lagi yang mempersulit pihak Polres Pelalawan atau penyidik untuk tidak menjalankan proses hukum sesuai dengan aturan,"? tukas Dewi melempar pertanyaan.
Masih Dewi, masalah KDRT itu merupakan tanggung jawabnya kepolisian untuk melanjutkan prosesnya. Komnas PA hanya fokus menegakkan hukum terkait penerlantaran anak. Jika nanti Rusdianto mengatakan bahwa telah menafkahi anaknya, saya ingin tahu hal itu. Mana bukti transfernya setiap bulan, dan hal lain sebagainya, itu nanti akan saya pertanyakan, tandasnya lagi.
Selain butuh nafkah, anak juga butuh perhatian orang tua, dalam hal ini perhatian dari seorang bapak. Jangan pula nanti Rusdianto beralasan bahwa dia nikah siri dengan korban, lalu lepas tanggung jawabnya terhadap anak. Tidak boleh bicara seperti itu. Karena bagaimanapun dia punya tanggung jawab secara moril terhadap anak-anak tersebut. Soalnya anak-anak itu tidak akan lahir tanpa ada hubungan antara kedua belah pihak, jelasnya.
Hal itulah yang perlu dikaji juga oleh pihak Polres Pelalawan dan instansi yang lain. Supaya jangan ada sikap-sikap atau pernyataan bahwa ini nikah siri, bisa terbebas dari tanggung jawab, itu tidak boleh, cetusnya.
Menanggapi pengaduan Itdayani di Polres Pelalawan atas kasus KDRT yang terkesan lamban ditangani oleh pihak kepolisian selama ini Dewi menyampaikan, "mungkin selama ini oknum dari pihak Polres Pelalawan beranggapan bahwa Rusdianto itu kebal hukum, tidak bisa dituntut dan lain-lain. Nah itu tidak menjadi alasan bagi pihak kepolisian untuk tidak bekerja menyelidiki laporan masyarakat khususnya laporan Itdayani itu," imbuhnya lagi kembali menegaskan.
"Kepolisian itu dibentuk untuk menertibkan peraturan, dalam arti kata, sisi penyelidikan itu adanya disitu. Tak mungkin dengan pengaduan masyarakat yang sudah sesuai dengan aturan dan bukti-bukti visum yang ada, lalu kepolisian beranggapan bahwa itu tidak bisa dijalankan dengan kurangnya alat bukti dan saksi. Karena yang namanya KDRT itu, tidak mesti harus ada orang yang melihat pemukulan saat kejadian atau bagaimana. Sementara bukti visumnya kan ada," sebutnya.
Dikatakan ketua Komnas PA Riau itu lagi, dengan bukti visum dan bukti-bukti pendukung lain yang dilampirkan terkait dengan KDRT itu, sudah cukup. Jadi kita tinggal mengoreksi kinerja dari pihak Polres Pelalawan itu seperti apa, tandasnya mengakhiri. (Sona)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Hukum |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan