Dugaan Korupsi Siaran di TVRI
Tersangka kasus dugaan korupsi program siap siar Lembaga Penyiaran
Publik TVRI Mandra Naih dikawal petugas usai menjalani pemeriksaan di
Kantor Kejagung, Jakarta, Jumat (6/3).
Komedian Mandra dan Dua Rekan Di tahan Jaksa Kejaksaan Agung
Minggu 08 Maret 2015, 03:10 WIB
Tersangka kasus dugaan korupsi program siap siar Lembaga Penyiaran
Publik TVRI Mandra Naih dikawal petugas usai menjalani pemeriksaan di
Kantor Kejagung, Jakarta, Jumat (6/3).
JAKARTA. Riaumadani. com - Komedian Mandra Naih alias Mandra, hanya bisa pasrah saat ditahan jaksa penyidik dari Kejaksaan Agung RI. Meski pasrah, Mandra sempat menolak menandatangani berkas acara pemeriksaan.
Seperti marak dirilis media masa sebelumnya, Mandra yang ngetop lewat sinetron Si Doel Anak Sekolah itu, tersandung hukum dalam kasus dugaan korupsi program siap siar di TVRI.
Dari pantauan di Gedung Kejagung RI, Jumat [6/3/2015], Mandra tampak tak banyak bicara saat dibawa ke mobil tahanan. Ia keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 18.40 WIB.
Mandra ketika itu mengenakan jaket berwarna hitam itu tampak pucat. Sesekali ia sempat tersenyum ketika menuju mobil tahanan. Untuk proses selanjutnya, Mandra akan ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung selama 20 hari ke depan.
Saat dikonfirmasi wartawan, Mandra mengaku bingung dengan kasus hukum yang menjeratnya itu. "Saya sendiri nggak ngerti nggak paham. Publik tahu sendiri lah bagaimana perjalanan saya," ujar Mandra singkat.
Ikut Ditahan
Tidak hanya Mandra, dua tersangka lain dalam kasus serupa, yakni Iwan Chermawan dan Yulkasmir, rencananya juga akan ikut ditahan. Namun hingga Mandra ditahan, keduanya belum tampak keluar dari ruang pemeriksaan.
Menurut informasi yang beredar di Kejagung, Mandra dan Iwan sempat menolak menandatangani berita acara penahanan. Namun keduanya akhirnya keduanya pasrah saat akan ditahan.
Terkait hal itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum [Kapuspenkum] Kejagung Tony T Spontana, mengatakan, Mandra akan menjalani penahanan selama 20 hari. Tidak hanya Mandra, dua tersangka lain juga ikut ditahan.
Subjektif
Sementara kuasa hukum Mandra, Sonie Sudarsono, mengatakan, pihaknya menghormati kewenangan penyidik untuk menahan kliennya. Namun dia menyayangkan alasan penahanan terhadap kliennya, yang dinilai subjektif.
"Kami menghormati, tapi ini sangat subjektif. Tidak mungkin klien kami melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Semua bukti kami tunjukkan," ucap Sonie.
Dalam kasus ini, penyidik Kejagung telah menetapkan tiga tersangka. Yakni Direktur PT Viandra Production Mandra Naih, Direktur PT Art Image Iwan Chermawan dan Pejabat Pembuat Komitmen yang juga pejabat teras di TVRI, Yulkasmir. Proyek itu sendiri bernilai Rp47,8 miliar dengan nilai kerugian sementara Rp3,6 miliar.
Mandra telah ditetapkan sebagai tersangka dengan Surat Perintah Penyidikan nomor 04/F.2/Fd.1/2/2015. Kemudian tersangka Iwan dengan Sprindik nomor 05/F.2/Fd.1/2/2015 serta tersangka Yulkasmir dengan Sprindik nomor 06/F.2/Fd.1/2/2015. Mereka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 juncto UU nomor 20 tahun 2001.** [bbs, dtc,hr]
Seperti marak dirilis media masa sebelumnya, Mandra yang ngetop lewat sinetron Si Doel Anak Sekolah itu, tersandung hukum dalam kasus dugaan korupsi program siap siar di TVRI.
Dari pantauan di Gedung Kejagung RI, Jumat [6/3/2015], Mandra tampak tak banyak bicara saat dibawa ke mobil tahanan. Ia keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 18.40 WIB.
Mandra ketika itu mengenakan jaket berwarna hitam itu tampak pucat. Sesekali ia sempat tersenyum ketika menuju mobil tahanan. Untuk proses selanjutnya, Mandra akan ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung selama 20 hari ke depan.
Saat dikonfirmasi wartawan, Mandra mengaku bingung dengan kasus hukum yang menjeratnya itu. "Saya sendiri nggak ngerti nggak paham. Publik tahu sendiri lah bagaimana perjalanan saya," ujar Mandra singkat.
Ikut Ditahan
Tidak hanya Mandra, dua tersangka lain dalam kasus serupa, yakni Iwan Chermawan dan Yulkasmir, rencananya juga akan ikut ditahan. Namun hingga Mandra ditahan, keduanya belum tampak keluar dari ruang pemeriksaan.
Menurut informasi yang beredar di Kejagung, Mandra dan Iwan sempat menolak menandatangani berita acara penahanan. Namun keduanya akhirnya keduanya pasrah saat akan ditahan.
Terkait hal itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum [Kapuspenkum] Kejagung Tony T Spontana, mengatakan, Mandra akan menjalani penahanan selama 20 hari. Tidak hanya Mandra, dua tersangka lain juga ikut ditahan.
Subjektif
Sementara kuasa hukum Mandra, Sonie Sudarsono, mengatakan, pihaknya menghormati kewenangan penyidik untuk menahan kliennya. Namun dia menyayangkan alasan penahanan terhadap kliennya, yang dinilai subjektif.
"Kami menghormati, tapi ini sangat subjektif. Tidak mungkin klien kami melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Semua bukti kami tunjukkan," ucap Sonie.
Dalam kasus ini, penyidik Kejagung telah menetapkan tiga tersangka. Yakni Direktur PT Viandra Production Mandra Naih, Direktur PT Art Image Iwan Chermawan dan Pejabat Pembuat Komitmen yang juga pejabat teras di TVRI, Yulkasmir. Proyek itu sendiri bernilai Rp47,8 miliar dengan nilai kerugian sementara Rp3,6 miliar.
Mandra telah ditetapkan sebagai tersangka dengan Surat Perintah Penyidikan nomor 04/F.2/Fd.1/2/2015. Kemudian tersangka Iwan dengan Sprindik nomor 05/F.2/Fd.1/2/2015 serta tersangka Yulkasmir dengan Sprindik nomor 06/F.2/Fd.1/2/2015. Mereka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 juncto UU nomor 20 tahun 2001.** [bbs, dtc,hr]
| Editor | : | |
| Kategori | : | Hukum |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan