HUKUM
M Noer MBS
Dicopot dari Komut BPR Pekanbaru, M Noer Somasi Walikota Firdaus
Jumat 23 Oktober 2020, 23:05 WIB
M Noer MBS
PEKANBARU. RIAUMADANI. COM - Somasi dilayangkan M Noer MBS pada Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT. Ini pasca pencopotan dirinya dari posisi Komisaris Utama (Komut) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pekanbaru oleh pemegang saham bank plat merah Kota Pekanbaru itu.
Adanya somasi ini tak ditampik Direktur Utama BPR Pekanbaru Akhmad Fauzi Lindung saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2020) kemarin. Somasi disebutnya dilayangkan komut lama yang sudah diganti pemegang saham. M Noer diberhentikan dari posisi Komut BPR Pekanbaru pada 6 Oktober 2020 lalu. "Iya, berdasarkan RUPS LB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, red) tanggal 6 Oktober kemarin," ujarnya dikutip dari riaupos.
Somasi dari M Noer sambungnya sudah diterima Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT. "Ini saya sedang menghadap Pak Wali. Sudah diterima Pak Wali. Tinggal dijawab saja," paparnya.
Dia kemudian mengungkapkan alasan M Noer diberhentikan. Yakni berdasarkan temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). M Noer MBS saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Jabatan ini dinilai sebagai jabatan pelayanan publik.
"Ini temuan OJK sebenarnya. Berdasarkan UU 25/2009 apakah pak M Noer sebagai pejabat pelayan publik akan mengganggu (kinerja,red). OJK juga bilang itu salah. Lalu PP 54/2017. Tentang pengelolaan BUMD milik daerah. Disini disebut kan yang jadi komisaris itu bukan pejabat pelayanan publik," imbuhnya.
Saat ini, Syahrul SE MM ditunjuk sebagai Komut dan Musalimin diajukan jadi Komisaris. Proses pengajuan akan melalui fit and proper test di OJK. "Untuk mendapat persetujuan OJK dulu. Jadi sekarang posisi komut masih kosong sampe fit and proper test OJK keluar," jelasnya.
Kepala Bagian Humas Setdako Pekanbaru Mas Irba H Sulaiman saat dikonfirmasi mengaku sudah mendapat informasi tersebut. Ada beberapa pertimbangan wali kota membebastugaskan M Noer MBS dari posisi Komut. "Itu (somasi, red) kan hak individu, artinya ada hak individu yang melekat pada diri masyarakat yang dia pergunakan haknya. Itu tidak masalah, kita persilahkan. Dan kita hormati proses ketika yang bersangkutan mensomasi pemerintah Kota. Ingat yang disomasi ini Firdaus selaku wali kota," jelasnya.
Dikatakannya, pemberhentian M Noer dari jabatan Komut BPR Pekanbaru bukan tiba-tiba. Ada berbagai pertimbangan. "Kan gak ada ujug-ujug langsung (copot, red). Artinya ada pertimbangan dilakukan sehingga dijatuhkan pembebastugasan oleh wali kota terhadap yang bersangkutan," jelasnya.
Ia menjelaskan, saat ini kondisi Pekanbaru memerlukan perhatian khusus dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk dinas kesehatan sebagai ujung tombak penanganan Covid-19. Ketika M Noer menjabat komut, itu juga memerlukan waktu yang tidak main-main. Sedangkan sebagai Komut BPR dia mengelola salah satu unit usaha ekonomi permasyarakatan. "Tapi kan itu tidak kerja pokok yang bersangkutan. Artinya agar yang bersangkutan fokus menangani Covid-19," jelasnya.
M Noer MBS dikonfirmasi terpisah menyebut somasi yang dilayangkan bukan berarti dirinya melawan Wako Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT. "Somasi pada Wali Kota Pekanbaru sebagai pemegang saham, bukan pribadi," tuturnya.
Dia merasa dirinya memegang jabatan tersebut ditunjuk Wako Pekanbaru sebagai wakil pemegang saham melalui proses yang panjang. "Kita itu disana melalui mekanisme yang panjang, bukan ujug-ujug. Ada syarat dari OJK, ada sertifikat sebagai orang yang layak. Sebelum fit and proper test ada ujian dan pendidikan dahulu," urainya.
Somasi sambungnya adalah hak sesuai jalur hukum untuk mempertanyakan mekanisme pencopotan dirinya dari posisi Komut BPR Pekanbaru. "Ini (somasi, red) hak sesuai jalur hukum. Mempertanyakan mekanisme pencopotan komut sesuai masa kerja 2019-2024. Proseduralnya tidak dilalui. Bukan kita ngotot jadi itu. Tapi ini tanpa kita ditanyakan hak suara, hak pembelaan. Apa kesalahan yang sudah dilakukan," keluhnya.
Kepada eks Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru ini, Riau Pos menyampaikan bahwa jabatannya sebagai Kadiskes yang merupakan langsung sebagai pelayanan publik saat ini menjadi salah satu alasan pencopotan. "Lebih berat jabatan sekda daripada kadis. Semua ASN ini kan pelayanan," jawabnya merujuk saat dirinya ditunjuk jadi Komut BPR Pekanbaru ketika masih menjabat sebagai Sekdako Pekanbaru tahun 2019 lalu.
Ditegaskannya, saat ini dirinya masih Komut BPR Pekanbaru hingga ada keputusan dari OJK. "Ini baru RUPS. Belum dilaporkan ke OJK. Saya belum eks Komut sampai ada keputusan dari OJK," tutupnya.(*)
Adanya somasi ini tak ditampik Direktur Utama BPR Pekanbaru Akhmad Fauzi Lindung saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2020) kemarin. Somasi disebutnya dilayangkan komut lama yang sudah diganti pemegang saham. M Noer diberhentikan dari posisi Komut BPR Pekanbaru pada 6 Oktober 2020 lalu. "Iya, berdasarkan RUPS LB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, red) tanggal 6 Oktober kemarin," ujarnya dikutip dari riaupos.
Somasi dari M Noer sambungnya sudah diterima Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT. "Ini saya sedang menghadap Pak Wali. Sudah diterima Pak Wali. Tinggal dijawab saja," paparnya.
Dia kemudian mengungkapkan alasan M Noer diberhentikan. Yakni berdasarkan temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). M Noer MBS saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Jabatan ini dinilai sebagai jabatan pelayanan publik.
"Ini temuan OJK sebenarnya. Berdasarkan UU 25/2009 apakah pak M Noer sebagai pejabat pelayan publik akan mengganggu (kinerja,red). OJK juga bilang itu salah. Lalu PP 54/2017. Tentang pengelolaan BUMD milik daerah. Disini disebut kan yang jadi komisaris itu bukan pejabat pelayanan publik," imbuhnya.
Saat ini, Syahrul SE MM ditunjuk sebagai Komut dan Musalimin diajukan jadi Komisaris. Proses pengajuan akan melalui fit and proper test di OJK. "Untuk mendapat persetujuan OJK dulu. Jadi sekarang posisi komut masih kosong sampe fit and proper test OJK keluar," jelasnya.
Kepala Bagian Humas Setdako Pekanbaru Mas Irba H Sulaiman saat dikonfirmasi mengaku sudah mendapat informasi tersebut. Ada beberapa pertimbangan wali kota membebastugaskan M Noer MBS dari posisi Komut. "Itu (somasi, red) kan hak individu, artinya ada hak individu yang melekat pada diri masyarakat yang dia pergunakan haknya. Itu tidak masalah, kita persilahkan. Dan kita hormati proses ketika yang bersangkutan mensomasi pemerintah Kota. Ingat yang disomasi ini Firdaus selaku wali kota," jelasnya.
Dikatakannya, pemberhentian M Noer dari jabatan Komut BPR Pekanbaru bukan tiba-tiba. Ada berbagai pertimbangan. "Kan gak ada ujug-ujug langsung (copot, red). Artinya ada pertimbangan dilakukan sehingga dijatuhkan pembebastugasan oleh wali kota terhadap yang bersangkutan," jelasnya.
Ia menjelaskan, saat ini kondisi Pekanbaru memerlukan perhatian khusus dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk dinas kesehatan sebagai ujung tombak penanganan Covid-19. Ketika M Noer menjabat komut, itu juga memerlukan waktu yang tidak main-main. Sedangkan sebagai Komut BPR dia mengelola salah satu unit usaha ekonomi permasyarakatan. "Tapi kan itu tidak kerja pokok yang bersangkutan. Artinya agar yang bersangkutan fokus menangani Covid-19," jelasnya.
M Noer MBS dikonfirmasi terpisah menyebut somasi yang dilayangkan bukan berarti dirinya melawan Wako Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT. "Somasi pada Wali Kota Pekanbaru sebagai pemegang saham, bukan pribadi," tuturnya.
Dia merasa dirinya memegang jabatan tersebut ditunjuk Wako Pekanbaru sebagai wakil pemegang saham melalui proses yang panjang. "Kita itu disana melalui mekanisme yang panjang, bukan ujug-ujug. Ada syarat dari OJK, ada sertifikat sebagai orang yang layak. Sebelum fit and proper test ada ujian dan pendidikan dahulu," urainya.
Somasi sambungnya adalah hak sesuai jalur hukum untuk mempertanyakan mekanisme pencopotan dirinya dari posisi Komut BPR Pekanbaru. "Ini (somasi, red) hak sesuai jalur hukum. Mempertanyakan mekanisme pencopotan komut sesuai masa kerja 2019-2024. Proseduralnya tidak dilalui. Bukan kita ngotot jadi itu. Tapi ini tanpa kita ditanyakan hak suara, hak pembelaan. Apa kesalahan yang sudah dilakukan," keluhnya.
Kepada eks Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru ini, Riau Pos menyampaikan bahwa jabatannya sebagai Kadiskes yang merupakan langsung sebagai pelayanan publik saat ini menjadi salah satu alasan pencopotan. "Lebih berat jabatan sekda daripada kadis. Semua ASN ini kan pelayanan," jawabnya merujuk saat dirinya ditunjuk jadi Komut BPR Pekanbaru ketika masih menjabat sebagai Sekdako Pekanbaru tahun 2019 lalu.
Ditegaskannya, saat ini dirinya masih Komut BPR Pekanbaru hingga ada keputusan dari OJK. "Ini baru RUPS. Belum dilaporkan ke OJK. Saya belum eks Komut sampai ada keputusan dari OJK," tutupnya.(*)
| Editor | : | TIS |
| Kategori | : | Hukum |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan