Wabah Virus Corona (Covid-19)
Prof. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM
Catatan IDI Sudah 123 Dokter Meninggal Akibat Covid-19
Sabtu 26 September 2020, 23:02 WIB
Prof. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM
JAKARTA. RIAUMADANI. COM - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut hingga saat ini terdapat 123 dokter meninggal dunia sejak pandemi virus corona (Covid-19) melanda Indonesia. Jumlah tersebut berdasarkan data IDI per Kamis (24/9/2020).
Kabar wafatnya 123 dokter itu dikonfirmasi langsung oleh Ketua Satuan Tugas Kesiapsiagaan Covid-19 IDI, Prof. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM
"Benar 123 (dokter meninggal dunia akibat Covid-19)," kata Zubairi saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Sabtu (26/9/2020).
Dari data yang diberikan IDI, 123 dokter yang meninggal dunia itu sebanyak 65 orang, termasuk empat guru besar, merupakan dokter umum.
Kemudian, sebanyak 56 orang termasuk empat guru besar yang meninggal merupakan dokter spesialis. Sementara, dua lainnya merupakan dokter residen.
Sebelumnya, pada akhir Agustus lalu IDI mencatat ada 100 dokter yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Artinya, dalam rentang waktu satu bulan, jumlah dokter yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia bertambah 23 orang.
Platform Informasi dan Data Covid-19 Indonesia, Pandemic Talks, sempat menganalisis kematian dokter menggunakan data IDI per 21 Agustus. Pandemic Talks melihat sekitar 59,3 persen dokter meninggal berada pada usia lanjut, dan 40,7 persen berada di usia kurang dari 50 tahun.
Kasus kematian dokter juga banyak terjadi pada dokter umum, yakni 54,7 persen, sementara dokter spesialis 45,3 persen.
Selain itu, kematian dokter setelah terpapar Covid-19 juga terbanyak berada di Pulau Jawa sebesar 65 persen. Sementara persentase kasus dokter meninggal terendah berada di Bali dengan 3 persen.
Di sisi lain, situasi penyebaran virus corona di Indonesia juga masih belum melandai. Tercatat, hingga Sabtu (26/9), jumlah kasus positif mencapai 271.339 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 199.403 dinyatakan sembuh, dan 10.308 orang meninggal dunia. (*)
Kabar wafatnya 123 dokter itu dikonfirmasi langsung oleh Ketua Satuan Tugas Kesiapsiagaan Covid-19 IDI, Prof. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM
"Benar 123 (dokter meninggal dunia akibat Covid-19)," kata Zubairi saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Sabtu (26/9/2020).
Dari data yang diberikan IDI, 123 dokter yang meninggal dunia itu sebanyak 65 orang, termasuk empat guru besar, merupakan dokter umum.
Kemudian, sebanyak 56 orang termasuk empat guru besar yang meninggal merupakan dokter spesialis. Sementara, dua lainnya merupakan dokter residen.
Sebelumnya, pada akhir Agustus lalu IDI mencatat ada 100 dokter yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Artinya, dalam rentang waktu satu bulan, jumlah dokter yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia bertambah 23 orang.
Platform Informasi dan Data Covid-19 Indonesia, Pandemic Talks, sempat menganalisis kematian dokter menggunakan data IDI per 21 Agustus. Pandemic Talks melihat sekitar 59,3 persen dokter meninggal berada pada usia lanjut, dan 40,7 persen berada di usia kurang dari 50 tahun.
Kasus kematian dokter juga banyak terjadi pada dokter umum, yakni 54,7 persen, sementara dokter spesialis 45,3 persen.
Selain itu, kematian dokter setelah terpapar Covid-19 juga terbanyak berada di Pulau Jawa sebesar 65 persen. Sementara persentase kasus dokter meninggal terendah berada di Bali dengan 3 persen.
Di sisi lain, situasi penyebaran virus corona di Indonesia juga masih belum melandai. Tercatat, hingga Sabtu (26/9), jumlah kasus positif mencapai 271.339 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 199.403 dinyatakan sembuh, dan 10.308 orang meninggal dunia. (*)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Minggu 01 Februari 2026, 19:45 WIB
Pendidikan Kader Pertama Kader Loyalis DPC PKB Kota Pekanbaru Sukses Digelar
Jumat 30 Januari 2026
Bupati Bengkalis Resmikan Pembangunan Pengembangan RSU Mutiasari di Mandau
Selasa 13 Januari 2026
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik 
Nasional

Selasa 03 Februari 2026, 15:11 WIB
Bupati Bengkalis Hadiri Rakornas Bersama Kepala Daerah se-Indonesia
Selasa 03 Februari 2026
Bupati Bengkalis Hadiri Rakornas Bersama Kepala Daerah se-Indonesia
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 02 Februari 2026, 17:22 WIB
Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 Dimulai, Satlantas Polresta Pekanbaru Ajak Pelajar Tertib Lalu Lintas
Senin 02 Februari 2026
Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 Dimulai, Satlantas Polresta Pekanbaru Ajak Pelajar Tertib Lalu Lintas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat