Selasa, 4 Agustus 2026

Breaking News

  • Di Hadapan IDI, Bupati Afni Pastikan Perjuangkan Hak Fiskal Siak untuk Kesejahteraan Tenaga Medis   ●   
  • Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Semarakkan Hari Jadi Ke-69 Riau dan HUT Ke-81 RI   ●   
  • Sempena Hari Jadi Bengkalis dan Sambut HUT RI, Bupati Kasmarni Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengguna Jalan   ●   
  • Raja Rambah dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, M.M. Paparkan Rencana Penataan Kompleks Makam dan Pembangunan Replika Istana   ●   
  • Puncak Hari Jadi ke-514 Bengkalis, LAMR Gelar Majelis Kenduri Adat Bersama Bupati Kasmarni   ●   
COVID19
Pimpinan Tinggi PT. PMBN Diduga Postif Covid-19 Pihak Managemen Mengaku Belum Terima Hasil Test Swab
Sabtu 19 September 2020, 03:15 WIB


PELALAWAN. RIAUMADANI. COM  - Pimpinan tinggi perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. PMBN Asian Agri Grup di Kabupaten Pelalawan diduga terjangkit Corona virus disease (Covid-19). Pihak managemen perusahaan mengaku belum terima surat hasil test swab.

Menurut informasi yang diterima media ini  dari sumber terpercaya, pada Jumat (18/9/2020), pimpinan tinggi perusahaan perkebunan PT. Pusaka Mitra Bumi Nusantara (PMBN) bersama supirnya, telah terkonfirmasi positif Covid-19. Kedua orang itu sedang menjalani isolasi di Pekanbaru, jelas sumber.

Dijelaskan sumber tersebut, selain kedua orang itu sudah terkonfirmasi postif Covid-19, ada sebanyak 13 orang karyawan PT. PMBN juga masuk sebagai ODP (orang dalam pengawasan). Sayangnya ketiga belas orang yang masuk ODP itu masih tetap dipekerjakan oleh pihak manajemen perusahaan PT. PMBN, ujarnya sambil minta namanya tidak disebutkan.

Manajemen perusahaan PT. PMBN Asian Agri yang dikonfirmasi langsung melalui kepala tata usaha (KTU), Bahrum Purba mengaku bahwa memang informasinya seperti itu. Cuma dia tidak berani bilang iya atau tidak, karena perusahaan belum terima hasil test swab secara tertulis, jawabnya.

KTU PT. PMBN itu membeberkan riwayat perjalanan pimpinannya itu. Sekitar dua Minggu yang lalu, pimpinan PT. PMBN pulang kampung ke Bengkulu karena orang tuanya meninggal dunia. Setelah balik dari Bengkulu sekitar seminggu yang lalu,  menginap satu malam di perusahaan, kemudian beliau pulang kerumahnya di Pekanbaru. Mulai dari situ tidak tahu bagaimana perkembangan keberadaan pimpinan. To saja ada informasi  seperti itu, ujarnya menerangkan.

Terkait dengan karyawan sebanyak 13 orang yang masuk sebagai ODP, itu karena kemarin sudah dilakukan rapid test kepada mereka. Namun hingga hari ini, hasil rapid test kepada orang itu belum keluar, dan semua ODP itu sudah dikarantina oleh pihak perusahaan, ucap Bahrum Purba. (Sona)



Editor : Tis
Kategori : Pelalawan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top