Kick of Sensus Penduduk 2020
Acara Kick of Sensus Penduduk di kantor BPS Riau Senin (31/8/2020)
Sensus Penduduk September 20202 Bakal Terkendala Jika Pemprov Lakukan Penerapan PSBB Terbatas
Senin 31 Agustus 2020, 23:27 WIB
Acara Kick of Sensus Penduduk di kantor BPS Riau Senin (31/8/2020)
PEKANBARU. RIAUMADANI. COM - Mengingat angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di Riau yang meningkat tajam, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berencana akan lakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terbatas.
Merespon hal itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Misfaruddin menyatakan bahwa dengan memberlakukan PSBB terbatas diyakini akan menjadi kendala dalam hal pelaksanaan Sensus Penduduk pada September 2020. Namun demikian, upaya lain bisa dilakukan untuk melakukan pendataan.
"Setidaknya, nanti kami membutuhkan surat dari pemerintah setempat yang juga ada pemberitahuan dari RT, bahwa di kawasan atau di lokasi tersebut sedang PSBB terbatas," ucapnya, Senin (31/8/2020), saat acara Kick of Sensus Penduduk di kantor BPS Riau.
Di samping itu, ia mengatakan pada prinsipnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan petugas sensus dan PBS untuk mendapatkan data di daerah yang tengah PSBB terbatas.
Salah satunya dengan mengambil data base yang sebelumnya ada, lalu dikonfirmasi kepada RT/RW setempat. "Verifikasi data diperlukan untuk memastikan jumlah warga di satu kawasan, untuk diteruskan ke pemerintah pusat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kadiskominfotik) Riau, Chairul Riski mengatakan Pemerintah daerah berencana akan melakukan PSBB terbatas guna melakukan upaya menekan jumlah kasus Covid-19 di Riau. PSBB terbatas ini akan menyasar kecamatan atau desa dengan status zona merah dan orange.
"Nanti, pelaksanaanya akan dilaksanakan di setiap kabupaten/kota (PSBB terbatas). Setiap lokasi yang menerapkan PSBB terbatas akan ada aparat yang akan berjaga sampai batas PSBB habis,"jelas dia.
Ditegaskannya, pelaksanaan PSBB terbatas merupakan salah satu upaya antisipasi dalam penyebaran Covid-19 di Riau, dimana dalam kurun waktu sebulan belakangan jumlah kasus konfirmasi corona di Riau menanjak tajam.
"Meski berbagai upaya telah dilakukan, terutama dalam hal kebijakan, namun persentase jumlah kasus belum bisa ditekan," katanya.
Satu sisi pemerintah tidak bisa melakukan pembatasan dalam skala besar seperti awal-awal wabah ini ada, mengingatkan pola kehidupan normal baru sudah diberlakukan.
"Tetapi di sisi lain, meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Riau menandakan bahwa masalah ini belum akan berakhir dalam waktu dekat," terangnya.
Ia juga menyampaikan hal ini dalam pertemuan di BPS tersebut dengan maksud agar pihak terkait bisa mengantisipasi segala kemungkinan akan terjadi di tengah kondisi pandemi di Riau. "Jangan sampai, kondisi ini menjadi penghambat tugas BPS dalam melakukan Sensus Penduduk," tutupnya. (**)
Merespon hal itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Misfaruddin menyatakan bahwa dengan memberlakukan PSBB terbatas diyakini akan menjadi kendala dalam hal pelaksanaan Sensus Penduduk pada September 2020. Namun demikian, upaya lain bisa dilakukan untuk melakukan pendataan.
"Setidaknya, nanti kami membutuhkan surat dari pemerintah setempat yang juga ada pemberitahuan dari RT, bahwa di kawasan atau di lokasi tersebut sedang PSBB terbatas," ucapnya, Senin (31/8/2020), saat acara Kick of Sensus Penduduk di kantor BPS Riau.
Di samping itu, ia mengatakan pada prinsipnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan petugas sensus dan PBS untuk mendapatkan data di daerah yang tengah PSBB terbatas.
Salah satunya dengan mengambil data base yang sebelumnya ada, lalu dikonfirmasi kepada RT/RW setempat. "Verifikasi data diperlukan untuk memastikan jumlah warga di satu kawasan, untuk diteruskan ke pemerintah pusat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kadiskominfotik) Riau, Chairul Riski mengatakan Pemerintah daerah berencana akan melakukan PSBB terbatas guna melakukan upaya menekan jumlah kasus Covid-19 di Riau. PSBB terbatas ini akan menyasar kecamatan atau desa dengan status zona merah dan orange.
"Nanti, pelaksanaanya akan dilaksanakan di setiap kabupaten/kota (PSBB terbatas). Setiap lokasi yang menerapkan PSBB terbatas akan ada aparat yang akan berjaga sampai batas PSBB habis,"jelas dia.
Ditegaskannya, pelaksanaan PSBB terbatas merupakan salah satu upaya antisipasi dalam penyebaran Covid-19 di Riau, dimana dalam kurun waktu sebulan belakangan jumlah kasus konfirmasi corona di Riau menanjak tajam.
"Meski berbagai upaya telah dilakukan, terutama dalam hal kebijakan, namun persentase jumlah kasus belum bisa ditekan," katanya.
Satu sisi pemerintah tidak bisa melakukan pembatasan dalam skala besar seperti awal-awal wabah ini ada, mengingatkan pola kehidupan normal baru sudah diberlakukan.
"Tetapi di sisi lain, meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Riau menandakan bahwa masalah ini belum akan berakhir dalam waktu dekat," terangnya.
Ia juga menyampaikan hal ini dalam pertemuan di BPS tersebut dengan maksud agar pihak terkait bisa mengantisipasi segala kemungkinan akan terjadi di tengah kondisi pandemi di Riau. "Jangan sampai, kondisi ini menjadi penghambat tugas BPS dalam melakukan Sensus Penduduk," tutupnya. (**)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan