Minggu, 20 Oktober 2019
  Iptu Gunawan Saragih, Mari Kita Bantu Anak-Anak Yatim Wujudkan Impiannya | Pemprov. Riau Gelar Karnaval Budaya Memperingati Hari Sumpah Pemuda | H. Syamsuar Ajak Masyarakat Riau Jaga Persatuan & Kesatuan Bangsa | Polda Riau Siapkan 1800 Aparat Keamanan, Menjelang Pelantikan Presiden | Ketua DPRD Indra Gunawan Dukung Provinsi Riau Pesisir | Nordiansor Bantah Tuduhan Sabar PJ Kades Sungai Tohor Barat
 
Selasa, 06/08/2019 - 14:54:27 WIB | Tis | Pelalawan
Yusilla (2,6) Balita Janda Kurang Mampu Di Rantau Baru Terkena Penyakit Aneh

Yusilla (2,6) Balita Janda Kurang Mampu Di Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau Terkena Penyakit Aneh
TERKAIT:
PELALAWAN. RIAUMADANI. COM - Balita bernama Afika Maulida Yusilla (2,6) putri seorang janda kurang mampu, di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau, menderita penyakit aneh. 

Pada umumnya anak seumuran dia sudah pandai duduk, berdiri dan berjalan bahkan berlaripun sudah bisa. Afika sudah berumur dua setengah tahun, tidak bisa duduk dan berdiri, tutur Yully Yetni (42) ibu kandung Afika saat ditemui di kediaman orang tuanya di Desa Rantau Baru, pada Selasa (6/8/19) sore.

Janda yang ditinggal mati oleh suaminya itu mencoba mengisahkan derita pilunya. Pada tgl 9 Maret 2017 lalu, Afika lahir di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci yang dibiayai dari Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kabupaten Pelalawan. Waktu itu suaminya masih hidup, dan menemaninya saat persalinannya. 

Saat itu perawat RSUD (rumah sakit umum daerah) Selasih bilang, bayinya telah minum air ketuban. Karena takut sesak nafas, disarankan oleh pihak RSUD Selasih untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Arifin Ahmad di Pekanbaru untuk menyedot air ketuban itu dengan biaya Rp 35 juta. Tapi dikarenakan tidak sanggup, kedua orang tua Afika hanya pasrah kala itu.

Hari pertama lahir, Afika terlihat lemas. Pada hari kedua, terlihat kurang bergerak dengan muka sangat pucat. Lalu di hari ketiganya tambah parah. Tiba-tiba pada pagi hari yang keempat Afika muntah. Kemungkinan muntahnya itu adalah air ketuban yang terminumnya dari dalam kandungan. Sehingga setelah muntah, baru mulai bergerak, meskipun kondisinya terlihat masih lemas, kisah Yully kepada media ini.

Dua hari setelah dibawa pulang kerumah, Afika demam. Begitu dikasih obat, sehat lagi. Setelah berumur 6 bulan, Afika terkena step atau demam tinggi. Dibawa ke bidan desa terdekat untuk berobat saat itu, demamnya langsung turun.

Tapi sebelum mengalami step itu, Afika biasa bergerak dan masih bisa tengkurap, walaupun harus dibantu untuk berbaring lagi. Setelah kena step itu, tetap bisa bergerak seperti biasa, tapi mulai saat itu tidak bisa tengkurap lagi, kisahnya lagi.

Anak semata wayang dari pasangan suami istri Yully dengan almarhum Yusril itu diketahui tidak bisa duduk, juga tidak bisa berdiri dan berjalan setelah diserang step tersebut. 

Disaat umur delapan bulan, Yully bersama mendiang suaminya telah berencana membawa bayinya itu untuk di periksa di rumah sakit di Pekanbaru. Tapi diumur Afika yang masih 9 bulan, ayahnya meninggal dunia secara tiba-tiba tanpa ada sakit apapun, kisah Yully dengan mata sudah mulai berkaca-kaca.

Setelah suaminya meninggal dunia, Yully tidak bisa bekerja mencari nafkah selain hanya bisa fokus mengurus putri semata wayangnya itu. Bersama putrinya Yully tinggal dirumah bapak kandungnya bernama Mukhtar L. yang sehari-hari bekerja sebagai pencari ikan. Makan sehari-hari dengan alakadarnya, ditanggung oleh Mukhtar, yang telah menginjak usia 79 tahun, tutur Yully sambil mengelap air matanya.

Dengan berurai air mata, Yully mengatakan bahwa belum pernah mendapatkan bantuan dari manapun atas derita pilunya itu. Jangankan bantuan dari pemerintah, bantuan dari desa kepada warga yang miskin tidak pernah dia terima, ujarnya.

Ibu satu anak itu mengaku sangat tidak berdaya, terutama untuk mencari uang untuk biaya perobatan putrinya itu. Sebagai seorang ibu, sangat berharap putrinya yang seorang anak yatim itu, bisa sehat dan bermain seperti anak-anak yang lainnya, harapnya dengan sesekali mengusap air matanya. 

Beberapa orang perangkat desa antara lain, Ketua RW 02 Dusun Sei Pebadaran Desa Rantau Baru Arjulis, anggota BPD Masrul, dan leader MPA (masyarakat peduli api) desa Rantau Baru Budi Albarky berharap ada dermawan yang turut prihatin atas derita Yully. Sebab dia seorang janda punya anak yang sedang menderita suatu penyakit yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Untuk kebutuhan makan sehari-hari saja, sungguh sangat memprihatinkan. Seorang kakek lanjut usia Mukhtar setiap hari banting tulang mencari ikan demi menafkahi putrinya bersama cucunya yang sedang sakit, sebut para perangkat desa tersebut. (Sona)
(431) Dibaca - () Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Minggu, 20/10/2019 - 05:40:34 WIB
Polsek LBJ Laksanakan Giat Sosial Santuni Anak Yatim
Iptu Gunawan Saragih, Mari Kita Bantu Anak-Anak Yatim Wujudkan Impiannya
Sabtu, 19/10/2019 - 23:06:32 WIB
Karnaval Kebudaya
Pemprov. Riau Gelar Karnaval Budaya Memperingati Hari Sumpah Pemuda
Sabtu, 19/10/2019 - 22:52:04 WIB
Sumpah Pemuda ke-91
H. Syamsuar Ajak Masyarakat Riau Jaga Persatuan & Kesatuan Bangsa
Sabtu, 19/10/2019 - 16:00:38 WIB
PELANTIKAN PRESIDEN RI
Polda Riau Siapkan 1800 Aparat Keamanan, Menjelang Pelantikan Presiden
Sabtu, 19/10/2019 - 15:50:12 WIB
Ketua DPRD Indra Gunawan Dukung Provinsi Riau Pesisir
Sabtu, 19/10/2019 - 15:34:29 WIB
Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan Kayu Ara
Nordiansor Bantah Tuduhan Sabar PJ Kades Sungai Tohor Barat
Sabtu, 19/10/2019 - 09:22:24 WIB
Wabup Meranti Buka Muswil III RAPI Meranti, Langsung Daftar Jadi Anggota
Jumat, 18/10/2019 - 23:43:18 WIB
WAGUBRI SIDAK SAAT JAM KERJA
Wagubri Edy Natar Kembali Sidak Kedai Kopi, 13 ASN Terciduk Sedang Nongkrong saat Jam Kerja
Jumat, 18/10/2019 - 23:26:09 WIB
PERESMIAN KANTOR KEJATI RIAU
Jaksa Agung RI H. M. Prasetyo Resmikan Gedung Kejati Riau
Jumat, 18/10/2019 - 22:55:57 WIB
Antisipasi Karhutla
Antisipasi Kebakaran Hutan Kades Pematang Duku Buat Embung Penahan Api
Minggu, 07/08/2016 - 07:47:18 WIB
Kirab Api PON 2016
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har
Sabtu, 25/04/2015 - 04:51:58 WIB
Eksekusi Hukuman Mati
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan
Selasa, 09/02/2016 - 01:21:32 WIB
Dugaan Korupsi Milyaran Rupiah
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK
Rabu, 17/09/2014 - 02:20:26 WIB
Pembibitan Ikan Secara Modern
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern
Rabu, 25/06/2014 - 05:20:07 WIB
Capres- Cawapres Klarifikasi Harta ke KPK
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK
Rabu, 18/03/2015 - 02:45:45 WIB
PILKADA INHU
Bang Iskandar dan Mas Agus Pasangan Primadona Masyarakat Inhu, di Prediksi Saingan Berat Incumbent
Selasa, 17/02/2015 - 01:01:03 WIB
Miss Indonesia 2015
Maria Harfanti Terpilih Sebagai Miss Indonesia 2015
Sabtu, 19/03/2016 - 10:51:22 WIB
Anggota Kehormatan KAHMI
Mahhfud MD Usulkan Bupati H Suyatno Jadi Anggota Kehormatan KAHMI
Senin, 22/09/2014 - 09:38:10 WIB
"Gendutkan" Tagihan Rekening Listrik Warga
PLN Cabang Pekanbaru Diminta Tindak Tegas Manager Rayon Panam
 
HOME | OTONOMI | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF
INDEX | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER
Copyright 2014-2018 RIAUMADANI.COM, All Rights Reserved